31 Santri Dilarikan Ke RSUD Akibat Keracunan Asap Fogging

Sejumlah santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas menjalani perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur, Senin (21/11). Sebanyak 31 santri Ponpes setempat diduga keracunan asap fogging. faktualnews/R. Suhartomo/Sur/16

 

JOMBANG, faktualnews.co – Sebanyak 31 santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak, pusing, dan mual diduga mengalami keracunan asap fogging.

Kepala Keamanan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Tito Kadarisman mengatakan dari total korban, sebanyak 27 orang dilarikan ke RSUD Jombang, sedangkan 4 lainnya dibawa ke salah satu rumah sakit swasta. “Total korban 31 orang, semuanya santri, dan diduga keracunan akibat asap fogging karena pada, Minggu (20/11) sore Pemerintahan Desa (Pemdes) Tambakrejo melakukan pengasapan di area pondok dan setelah sepuluh menit berselang para santri mulai masuk ke kamar dan area pondok, tidak lama kemudian, sejumlah santri merasakan sesak nafas, pusing, dan mual-mual,” terangnya kepada faktualnews.co di Jombang, Senin (21/11).

“Mengetahui hal itu, pengurus pondok membawa para santri ke rumah sakit. Sebagian besar dilarikan ke RSUD Jombang, sebanyak 4 santri dibawa ke rumah sakit swasta,” jelas Tito.

Sementara itu Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menyatakan, pihaknya telah melakukan perawatan terhadap para santri yang menjadi korban keracunan. Pada Minggu (20/11) malam, ada 14 santri yang dipulangkan setelah kondisinya dinyatakan baik oleh tim dokter.

“Iya, dari total 27, 13 santri kami rawat inap hingga sekarang. Rata-rata pasien mengalami sesak kita berikan oksigen, kekurangan cairan kita infus. Sambil kita lakukan evaluasi, untuk yang kondisinya membaik nanti kita pulangkan,” katanya ditemui di RSUD Jombang, Senin (21/11).

Menurutnya, sudah ada tim dari Dinas kesehatan (Dinkes) Jombang yang melakukan penelusuran terhadap penyebab keracunan massal tersebut. “Mestinya fogging itu dilakukan dengan alat komposisi yang tepat. Saat ini, setahu kami tim dari Dinkes sudah melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya, dari bahan apa, keracunan jenis apa,” tandasnya. (Oza/Sur)