BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Sesak Nafas, Dua Santri Korban Keracunan Fogging di Jombang Masih Dirawat

Peristiwa   Dibaca : 302 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Sesak Nafas, Dua Santri Korban Keracunan Fogging di Jombang Masih Dirawat
Foto : Ilustrasi korban keracunan.
Sejumlah santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas menjalani perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur, Senin (21/11). Sebanyak 31 santri Ponpes setempat diduga keracunan asap fogging. faktualnews/R. Suhartomo/Sur/16

Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas menjalani perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur, Senin (21/11). faktualnews/R. Suhartomo/Sur/16

JOMBANG, faktualnews.co – Dua orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, yang mengalami keracunan massal masih menjalani RSUD Jombang. Sebab, keduanya masih mengalami gangguan pernafasan pasca menghirup asap fogging, pada Sabtu 18 November 2016 lalu.

“Tinggal 2 orang santriwati yang sekarang dirawat. Keduanya belum pulang karena masih pusing dan batuk. Tapi secara umum sudah membaik,” kata Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, Selasa (22/11/2016).

Racun yang masuk ke tubuh santriwati yang kini masih harus menjalani perawatan di RSUD Jombang ini sangat banyak. Sehingga keduanya mengalami sesak nafas yang begitu parah.

Baca Juga:  Pusing dan Mual, 19 Siswa SDN Krisik Blitar Diduga Keracunan Tempura

“Belum lagi tubuh mereka lemah sehingga mengalami mual dan muntah. Sehingga memperburuk kondisi mereka,” tambahnya.

Menurut Pudji, kadar racun yang berasal dari bahan kimia obat fogging tergolong parah. Sehingga pihak rumah sakit harus melakukan pengawasan intensif terhadap para korban keracunan massal ini.

Baca Juga:  Jahe Mampu Atasi Keracunan Makanan

“Semua pasien yang masuk langsung kita mandikan dan kita ganti baju baru. Untuk menyetirilkan racun. Selain melalui hidung, racun juga masuk lewat pori-pori kulit,” jelasnya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun, dua santri yang menjalani perawatan di ruang Edelwais RSUD Jombang itu adalah Himatul (15) dan Khalifatul Rasyidah (15).(riv/san)

Editor
Tags
KOMENTAR