BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Pendamping Desa Tidak Layak Harus Diganti

Nasional   Dibaca : 336 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Pendamping Desa Tidak Layak Harus Diganti
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo saat silaturahmi ke Ponpes Mambaul Ma'arif Denayar Jombang, Kamis (24/11). Foto : R Suhartomo/faktualnews
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo saat silaturahmi ke Ponpes Mambaul Ma'arif Denayar Jombang, Kamis (24/11). Foto : R Suhartomo/faktualnews

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo saat silaturahmi ke Ponpes Mambaul Ma’arif Denayar Jombang, Kamis (24/11).
Foto : R Suhartomo/faktualnews

JOMBANG, faktualnews.co – Pendamping desa terancam diganti jika tidak bekerja dengan professional. Kini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia memberlakukan evaluasi ketat bagi para pendamping desa.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Desa, PDTT, Eko Putro Sandjojo, di Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar Jombang, Kamis (24/11). “Pendamping yang layak dilanjutkan, kalau yang tidak perform ya diganti,” tandasnya.

Usai membuka acara Final Festival Sastra Religi Jawa Timur di Pesantren Denanyar, Eko menjelaskan, berbagai kritik dan masukan terkait keberadaan dan efektifitas kerja pendamping desa terus berdatangan.

Baca Juga:  Penyelewengan Dana Desa Jadi Atensi, Kades Cangkring Tuban Dijebloskan Ke Bui

Keberadaan para pendamping desa, menurut Eko Putro Sandjojo, tetap diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan desa dan pengawalan dana desa (DD). Secara umum, kinerja pendamping desa yang mulai direkrut dan bertugas mendampingi desa pada tahun ini masih sesuai harapan.

“Kalau ada seribu pendamping yang tidak efektif  bukan berarti dua puluh sembilan ribu pendamping dari tiga puluh ribuan pendamping lainnya yang kita miliki tidak efektif. Tapi memang masih ada kelemahan,” kata alumni Politeknik Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca Juga:  Wabup Sumenep Minta Penggunaan ADD Harus Transparan, Libatkan Partisipasi Masyarakat

Meski demikian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, tidak tinggal menanggapi kritik dan masukan terkait keberadaan dan efektifitas pendamping desa. “Tapi memang karena ini masih baru, jadi ada beberapa kelamahan dan harus kita perbaiki dan harus kita review ulang,” kata Eko.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Kades, Diduga Korupsi Dana Desa Rp 500 Juta

Ditambahkan, sejumlah pelatihan dilakukan agar kerja pendamping desa bisa optimal dan efektif. “Kita terus melakukan review, evaluasi. Pelatihan agar pendamping desa bisa makin efektif juga kita lakukan,” tandas pria yang menjabat Ketua Tim Asistensi Menakertrans Tahun Anggaran 2010 ini.

Eko Putro Sandjoyo menandaskan, para pendamping desa memiliki peluang yang sama untuk dipertahankan ataupun diberhentikan. Jika tidak dianggap layak, pendamping desa bisa digantikan oleh orang baru.

“Kalau (pendamping) tidak performe ya diganti. Sekarang Gubernur ada kewenangan untuk mengevaluasi dan mengusulkan penggantian kepada Menteri, kalau ada pendamping yang tidak layak untuk diganti dengan yang baru,” bebernya.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR