BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Rusdi Kirana dan Tantowi Yahya Ditunjuk Jadi Dubes

Nasional, Politik   Dibaca : 295 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Rusdi Kirana dan Tantowi Yahya Ditunjuk Jadi Dubes

Presiden Joko Widodo ketika menerima salah satu duta besar negara sahabat. Foto : Istimewa

JAKARTA, faktualnews.co – Bursa calon Duta Besar baru mulai digelindingkan. Sejumlah nama tokoh politik telah disodorkan Presiden Joko Widodo. Diantaranya disebut nama anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana kader PKB serta Tantowi Yahya dari Golkar. Baik kubu PKB dan Golkar sendiri membenarkan adanya nama nama kader mereka yang telah disodorkan ke Pimpinan DPR RI untuk disetujui sebagai Duta Besar Indonesia yang baru.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan dalam pernyataannya mengakui surat pengajuan Rusdi Kirana sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia sudah masuk ke Pimpinan DPR RI. “Iya benar, kan suratnya sudah di pimpinan DPR,” ujar Daniel saat berbincang dengan awak media Sabtu (26/11/2016) kemarin.

Daniel menjelaskan masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh Rusdi Kirana pasca ditunjuk oleh presiden menjadi duta besar RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur. Sebelum menjalani proses fit and proper test oleh DPR, Rusdi juga harus menunggu keputusan rapat paripurna DPR dan juga Badan Musyawarah.

“Selain itu masih menunggu jawaban dari negara yang bersangkutan karena kan ini kedua belah pihak dari Indonesia mengajukan ini. (Sehingga) perlu jawaban dari negara masing-masing. Tapi pada umumnya sih diterima,” kata dia. Daniel melihat sosok Rusdi sebagai orang yang total menjalankan tugasnya sebagai Wantimpres.

“Pak Rusdi itu sesudah menjadi Wantimpres full menjalankan tugas membantu Pak Jokowi. Bahkan bisa dikatakan 99 persen untuk Pak Jokowi sudah sangat jarang ke PKB, waktu Mukernas hadir saat persiapan saja ketika acara malah tidak hadir. Ya sangat kehilangan tapi demi tugas negara kita support,” ujarnya.

Meski kadernya sudah dicalonkan menjadi dubes, Daniel menyebut DPP PKB masih belum membicarakan soal usulan nama pengganti tugas Rusdi sebagai Wantimpres. Menurut Daniel kewenangan menunjuk Wantimpres merupakan hak prerogratif presiden.

“Itu hak prerogratif presiden. Dari kami belum dibahas, masih menunggu, karena ini memang baru proses awal,” kata dia.

Halaman
1 2
Editor
Tags
KOMENTAR