BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Dua Massa Aktivis Minta KPK Periksa Semua Instansi di Jombang Karena Banyak Dugaan Korupsi Yang Belum Tuntas

Peristiwa   Dibaca : 353 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Dua Massa Aktivis Minta KPK Periksa Semua Instansi di Jombang Karena Banyak Dugaan Korupsi Yang Belum Tuntas
Massa aksi saat teatrerikal menyeret pemeran Sekda Jombang Ita Triwibawati di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). FaktualNews/R Suhartomo/
Massa aksi saat teatrerikal menyeret pemeran Sekda Jombang Ita Triwibawati di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). FaktualNews/R Suhartomo/

Massa aksi saat teatrerikal menyeret pemeran Sekda Jombang Ita Triwibawati di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). FaktualNews/R Suhartomo/

 

JOMBANG, faktualnews.co – Dua kelompok aktivis yang tergabung dalam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Lingkar Merah Putih Nasional dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), meminta KPK melakukan pemeriksaan seluruh instansi di lingkup Pemda Jombang, karena masih banyak dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat yang belum tuntas penanganannya.

“Seharusnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja tidak setengah-setengah dalam mengungkap dugaan kasus korupsi yang ada di Kabupaten Jombang, KPK harus menggeledah semua instansi yang ada di Pemda Jombang. Hal ini dikarenakan masih banyak dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat yang belum tuntas penanganannya,” kata Koordinator aksi GMNI, Hari Setyobudi saat aksi peringatan Hari Anti Korupsi se-dunia di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Jawa Timur, Jumat (09/12/2016).

Baca Juga:  Nah Lho, Istri Pejabat di Sumenep Siap-Siap Dipanggil Kejari

Menanggapi hal itu, Kasi Intel Kejari Jombang, Nur Ngali mengakui bahwa pihaknya hanya menangani satu kasus korupsi pada tahun 2016 yakni proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Ploso Jombang. Dari kasus yang pendanaannya bersumber dari APBN itu Kejari menahan 6 tersangka.

Baca Juga:  Dugaan Kasus Korupsi APBD Kota Malang, KPK Periksa 35 Saksi Secara Marathon

Adapun kerugian negara diperkirakan Rp 576 juta dari total anggaran Rp 9,6 miliar, terkait kasus lain termasuk yang ada di instansi pemerintahan Kabupaten Jombang, Nur Ngali mengaku belum ada penanganan oleh pihaknya. “Selama ada laporan, fakta, data terkait kasus apapun, termasuk di pemerintahan pasti kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Massa aksi saat menggelar unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). FaktualNews/R Suhartomo/

Massa aksi saat menggelar unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia di depan kantor Kejari Jombang, Jumat (9/12). FaktualNews/R Suhartomo/

Sementara itu, aktivis dari LSM Lingkar Merah Putih Nasional, meminta KPK memeriksa seluruh instansi pemerintahan di Kabupaten Jombang. Tak hanya itu, mereka juga menuntut penegakan hukum diproses dengan benar.

Baca Juga:  Terkuak, Wali Kota Batu Terima Fee Proyek Rp300 Juta Buat Lunasi Alphard

Dalam aksi tersebut mereka mengambarkan dugaan korupsi Sekda Jombang Ita Triwibawati dengan aksi teaterikal di depan Kejari Jombang. Diantara mereka ada yang berperan sebagai Sekda Jombang, Ita Triwibawati, kemudian pegawai dinas PU Pengairan dan Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan, serta beberapa aktivis lainnya menjadi rekanan dan beberapa lainnya berperan sebagai penyidik KPK, Kejari, dan Kepolisian sebagai simbol penegak hukum.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR