BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

NKRI Berkeadilan : Bangunan Jangka Panjang Proyek Intelegensia Muslim Indonesia

Suara Netizen   Dibaca : 375 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
NKRI Berkeadilan : Bangunan Jangka Panjang Proyek Intelegensia Muslim Indonesia
Ali Markus, Anggota GP Anshor Madiun
Ali Markus, Anggota GP Anshor Madiun

Ali Makhrus, Anggota GP Ansor Kabupaten Madiun

Indonesia yang sekarang ini (demokrasi atau era reformasi) bisa dibilang merupakan proyek lanjutan dari para intelektual (intelegensia) muslim pada masa lalu (akhir abad XIX–XX). Pengerjaan bangunan ‘NKRI Berkeadilan’ sebagai tanggungjawab intelektual tidaklah seperti ’bim salabim layaknya pesulap. Tetapi diperlukan upaya–upaya sistematis serta adanya kekuatan dan peluang yang memungkinkan untuk pengoperasian hasil rumusan atau artikulasi terhadap identitas kolektif, layaknya logika angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Demikian itu, ialah hasil sketsa islam dalam pengetahuan dan kuasa politik nasional yang hendak di sodorkan kepada kita ‘pemuda muslim’ oleh Yudi Latif dalam bukunya  berjudul “Genealogi Intelegensia : Pengetahuan dan Kekuasaan Intelegensia Muslim Indoensia Abad XX, Ed-1, Cet-1,”.

Ruang dan waktu sebagai batasan–batasan qodrati manusia, jadi bagian yang diakronik yang memaksa para intelektual muslim dalam menentukan strategi dan taktik, dan bagaimana hubungan para intelektual dengan kontestasi ide serta pergulatan wacana islam di luar dan di dalam Hindia (Indonesia; modern) secara sinkronik. Sebagaimana peryataan Yudi Latif halaman 7, “genealogi dalam artian ini berguna untuk memperhatikan dinamika, transformasi dan diskontinuitas dalam gerak perkembangan historis dari intelegensia muslim Indonesia. Karena itu, penerapan pembacaan secara genealogis, penelitian ini akan menempatkan keadaan–keadaan sinkronik (perubahan pada saat–saat tertentu) dalam kerangka waktu yang diakronik (lama sinambung)”.

Setidaknya ada empat penegasan tentang Islam dalam buku tersebut; pertama, Islam sholih likulli wakt wa makan. Yang artinya, bahwa Islam selalu menampilkan dirinya yang unik dalam menawarkan solusi dan gagasan abadinya tentang rahmatal lil alamin melalui para penganutnya. Keyakinan tersebut terelaborasi melalui formulasi ideologi dan Identitas Islam dari generasi  ke generasi muslim  berikutnya yang selalu berubah–ubah seiring durasi jangka panjang, longu duree.

Kedua, Islam ma’al mustadh’afiin. Islam menekankan pentingnya eksistensi setiap ciptaan Allah yang ada di dunia. Islam tidak menginginkan adanya diskriminasi dan penyeragaman baik dalam aspek struktur sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan. Misi tersebut bisa kita saksikan hingga sekarang ini, bagaimana para intelegensia muslim terus memproduksi wacana–wacana islam sebagai agama pembela kaum tertindas. Seperti pemikiran diskursif dalam ruang publik yang berhubungan dengan sosialisme, kapitalisme, pluralisme, multikulturalisme, egalitarianisme, sekulerisme dan radikalisme dan lain sebagainya.

Halaman
1 2 3
Editor
KOMENTAR