BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kondisi Siswa Korban Keracunan Massal di Mojokerto Membaik

Pendidikan, Peristiwa   Dibaca : 280 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Kondisi Siswa Korban Keracunan Massal di Mojokerto Membaik
Seorang siswa menjalani perawatan di Puskesmas, Manduro, Ngoro, Mojokerto.

Seorang siswa menjalani perawatan di Puskesmas, Manduro, Ngoro, Mojokerto, Kamis (5/1/2017). FaktualNews.co/Arifin/

MOJOKERTO, faktualnews.co – Belasan siswa S SDN 2 Buluresik, Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang mengalami keracunan massal kini mulai membaik. Bahkan, 9 dari 18 siswa yang dirawat di Puskesmas Manduro, sudah diperbolehkan pulang.

“Karena kondisinya sudah membaik, untuk 9 pasien sore kemarin sudah kami perbolehkan untuk pulang. Sedangkan sisanya masih dalam proses observasi dari tim medis,” kata dokter Puskesmas Manduro, dr Beti Windi Sri Wijayanti, Jumat (06/1/2017).

Bety menambahkan, observasi yang dilakukan itu lebih kepada kondisi fisik para siswa. Namun menurutnya, dalam kurun waktu 6 jam pasca dilakukan perawatan sebagian besar siswa sudah menunjukkan perkembangan yang baik.

Baca Juga:  Konsumsi Cokelat Kedaluwarsa, Belasan Siswa di Kediri Pusing dan Mual

“Hanya ada 2 pasien yang perubahannya belum begitu baik, sehingga perlu dilakukan observasi yang lebih mendalam,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, puluhan siswa SDN 2 Buluresik ini memang terindikasi mengalami keracunan makanan. Hal itu terlihat dari hasil observasi yang dilakukan pada sisa muntahan para siswa yang dibawa ke Puskesmas Manduro.

Baca Juga:  Diduga Keracunan Roti, Siswi MAN 1 Gresik Meninggal Dunia

“Memang indikasinya keracunan makanan. Sepertinya ada bahan yang kadaluarsa. Namun untuk kepastian itu berasal dari mana dan bakteri apa, kita tunggu hasil uji laboratoriumnya. Karena pengakuan siswa selain makan nasi pecel, ada juga yang makan soto dan roti,” pungkasnya.(riv/san)

Baca Juga:  Sesak Nafas, Dua Santri Korban Keracunan Fogging di Jombang Masih Dirawat

Editor
Tags
KOMENTAR