FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sungai Sadar Meluap, Desa Gebang Malang di Mojokerto Terendam Banjir

Peristiwa     Dibaca : 787 kali Jurnalis:
Sungai Sadar Meluap, Desa Gebang Malang di Mojokerto Terendam Banjir
Warga mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir di Desa Gebang Malang, Mojoanyar, Mojokerto.faktualnews/R Suhartomo.

Warga mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir di Desa Gebang Malang, Mojoanyar, Mojokerto.faktualnews/R Suhartomo.

MOJOKERTO, faktualnews.co – Banjir menggenangi sebagian rumah warga di Desa Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (13/1/2017). Itu setelah wilayah Kabupaten Mojokerto diterjang hujan lebat sejak kemarin, Kamis 12 Januari 2017. Sehingga membuat aliran sungai Sadar meluap.

Banjir dengan ketinggian 50 hingga 60 sentimeter membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Banyak anak-anak di desa setempat yang memilih tidak masuk sekolah dan bermain air di jalan desa. Karena jalan menuju sekolah mereka tergenang air sedalam 50 sentimeter.

“Sejak semalam sekira pukul 01.00 WIB, air mulai meluap dan masuk ke rumah warga. Apalagi yang rumahnya lebih rendah di bandingkan jalan,” kata Agus (41) warga, setempat Jumat (13/1/2017).

Agus menjelaskan, banjir yang menggenang akibat meluapnya aliran Sungai Sadar ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, bisa dipastikan Desa Gebang Malang akan terendam banjir. Kondisi ini tentunya sangat merugikan warga.

“Tidak hanya sekali atau dua kali, kalau musim penghujan bisa sampai lima atau enam kali kebanjiran. Dan banjir seperti ini setiap tahun pasti terjadi,” terangnya.

Agus menjelaskan, buruknya sistem drainase di wilayah Kabupaten Mojokerto, disebut-sebut menjadi penyebab terjadinya banjir di desanya itu. Pendangkalan Sungai Sadar, disebut-sebut menjadi biang kerok meluapnya aliran anak sungai Brantas itu.

“Harapan kami ada upaya yang serius dari pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menanggulangi banjir ini. Misalnya dilakukan pengerukan dan lain sebagainya. Sehingga warga disini tidak lagi kebanjiran. Karena sudah belasan tahun desa kami selalu kebanjiran,” pungkasnya.(on/san)

Editor
Z Arivin