FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siswa SDN Randuwatang Waswas, Desak Pemkab Segera Lakukan Perbaikan

Pendidikan     Dibaca : 486 kali Jurnalis:
Siswa SDN Randuwatang Waswas, Desak Pemkab Segera Lakukan Perbaikan
Ilustrasi

Kondisi terkini ruang kelas 1 SDN Randuwatang yang ambruk.faktualnews/Arief.

JOMBANG, faktualnews.co – Insiden ambruknya ruang kelas 1 SDB Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuat para siswa khawatir. Meski tak ada korban jiwa, namun peristiwa itu cukup membuat siswa waswas.

Salah satu siswa kelas satu, Novan mengatakan dirinya masih merasa takut jika ruang kelas lainnya ambruk. Siswa kelas satu terpaksa dipindahkan ke ruang kelas tiga tapi masih satu lokal bangunan dengan ruang kelas yang ambruk.

“Masih pak, khawatir tetap ada karena saya dan teman-teman kelas satu menempati ruang kelas tiga yang masih satu lokal, semoga saja tidak ikut ambruk atapnya,” ujarnya saat istirahat sekolah di Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (17/1/2017).

Novan berharap Pemerintah Daerah segera melakukan perbaikan atap ruang kelas yang ambruk. “Kalau bisa ya diperbaiki semua pak, nanti kalau diperbaiki semua kita tidak khawatir lagi jika hujan lebat. Proses belajar juga jadi tenang,” pungkas Novan.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN Randuwatang, Subejo menjelaskan dirinya memperkirakan jika dua ruang kelas lainnya rawan ambruk. “Kita tidak bisa melihat apakah kondisi kayu-kayunya sama dimakan rayap, karena tertutup plafon,” terangnya kepada FaktualNews.co

Dirinya mengungkapkan, untuk mengatisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah sejak dua bulan lalu sudah memindahkan siswa ke ruang yang lebih aman. “Kelas satu yang atap ruangannya ambruk, kita pindah ke ruang kelas tiga yang masih dalam satu lokal bangunan. Kelas tiga kita jadikan satu diruang kelas empat,” ungkapnya.

“Yang mau kelihatan ambruk juga diruang guru, UKS dan ruang kelas enam bagian atapnya jika dilihat dari luar sudah kelihatan agak ambles. Padahal itu bangunan sekitar tahun 2010 an,” pungkas Subejo.

Seperti diberitakan sebelumnya, atap ruang kelas satu ambruk akibat kayu-kayu penyangga tidak kuat menahan beban, karena dimakan rayap dan sudah lapuk.

Peristiwa ambruknya atap ruang kelas tersebut terjadi pada hari Kamis (5/1/2017) bagian plafon berjatuhan dan selang dua hari, Sabtu (7/1/2017) kayu penyangga atap ambruk.(rief/riv)

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...