FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Proyek Dana Desa di Pulo Lor Bermasalah, DPRD Jombang Minta Pemdes Segera Diurus

Politik     Dibaca : 578 kali Jurnalis:
Proyek Dana Desa di Pulo Lor Bermasalah, DPRD Jombang Minta Pemdes Segera Diurus
Anggota DPRD Jombang saat meninjau lokasi proyek jalan paving bermasalah di Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Foto : S Arief/Faktualnews

Anggota DPRD Jombang saat meninjau lokasi proyek jalan paving bermasalah di Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Foto : S Arief/Faktualnews

JOMBANG, faktualnews.co – Dana Desa (DD) yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan paving di RT 06/RW 05, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang bermasalah. Tak pelak anggota DPRD Jombang mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) setempat segera mengurusnya supaya permasalahan bisa selesai.

Pembanguinan tersebut cenderung dipaksakan perangkat desa setempat. Tak pelak warga memprotes karena tidak mengiginkan adanya pavingisasi. Namun, lebih membutuhkan pembangunan saluran air. Sebab, di lingkungan tersebut seringkali terjadi banjir.

Disamping itu, warga mengaku tidak ada musyawarah sebelum dilakukan pembangunan oleh Pemdes setempat. Warga yang  tidak terima kemudian melaporkan hal tersebut kepada DPRD Jombang.

“Pantauan ini tindaklanjut dari laporan warga ke dewan. Setelah kita melihat ke lokasi, memang benar kondisi di lapangan saluran air tidak berfungsi normal,” kata ketua Komisi C DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi, Selasa (17/1) usai sidak di lokasi proyek.

Proyek yang kini masih berjalan sekitar 20 persen itu sudah dihentikan warga setempat. Kini, proyek tersebut mangkrak tak ada tindaklanjut dari Pemdes setempat. “Kami minta agar pihak desa mengajak masyarakat untuk melakukan musyawarah. Sebab, kalau proyek pembangunan paving jalan ini dilanjutkan dikhawatirkan tidak kondusif antara pemerintahan desa dengan warga,” ujar Mas’ud.

Sementara itu, Joko Fatah Rochim, salah satu warga setempat mengatakan, saluran air di lokasi proyek menjadi tidak berfungsi secara normal. Akibatnya, saat musim penghujan lingkungan di sekitar banjir.

Ia juga menyatakan, Pemdes tidak tanggap dengan kondisi yang demikian. Seharusnya, Pemdes melakukan musyawarah dengan masyarakat setempat. “Kami tidak pernah diajak musyawarah atas pembangunan jalan dengan paving ini. Kalau ini dibangun akan sia-sia. Masyarakat menginginkan solusi agar tidak terjadi banjir lagi,” tandas Fatah.

Terlihat di papan proyek, pembangunan jalan paving desa tersebut menelan anggaran sebesar Rp 55.159.200,-. Proyek jalan paving sepanjang 143 meter tersebut bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2016. (rep/oza)

 

Editor
R.M. Gawat