FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pencari Rumput Tewas Di Sungai Desa Ngogri Megaluh Jombang

Peristiwa     Dibaca : 1881 kali Penulis:
Pencari Rumput Tewas Di Sungai Desa Ngogri Megaluh Jombang
Terima anugerah gelar kehormatan dari Sulawesi Utara, Wali Kota Eri Cahyadi ingatkan toleransi beragama

Ilustrasi

 

JOMBANG, faktualnews.co – Warga di Dusun Sono, Desa Ngogri Kecamatan Megaluh, Jombang digegerkan dengan penemuan mayat terapung di sungai desa Ngogri, Jombang, Rabu (25/1/2017).

Mayat laki-laki tersebut ditemukan seorang warga yang melintas, sewaktu akan menjemput anaknya pulang dari sekolah melihat ada mayat dalam kondisi tengkurap, temuan tersebut kemudian dilaporkan ke kantor desa setempat.

Kaur Kesra Desa Ngogri, Andoni mengatakan, warga berusaha mengevakuasi mayat itu, kemudian sebagian lain melaporkan temuan itu kepada Mapolsek Megaluh. “Jasad tersebut diketahui bernama Rahman (70) warga Dusun Sono, Ngogri, Kecamatan Megaluh, yang mencari rumput,” terangnya, Rabu (25/1/2017).

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Jombang, Iptu Subadar menjelaskankan kemungkinan korban terpeleset ketika mencari rumput disekitar sungai itu, berdasarkan keterangan keponakan korban, Rahman berangkat mencari rumput sekitar jam 06.00 WIB. “Keterangan dari keponakanya korban biasanya mencari rumput disekitar situ, dicari-cari tidak ketemu akhirya ada warga yang menemukanya dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

[box type=”shadow” align=”” class=”” width=””]

Baca Juga:

[/box]

Ia mengungkapkan, pihak keluarga korban enggan untuk dilakukan visum, sehingga korban langsung diserahkan kepihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan pemakaman. “Jenazah langsung dimakamkan karena keluarga menolak untuk dilakukan outopsi dan visum,” kata Subadar.

Dikatakan dari keterangan keluarga, korban semasa hidupnya sejak kecil mengidap penyakit epilepsi (ayan) dan mempunyai keterbelakangan mental. Diduga korban terjatuh ke sungai hingga tewas karena penyakitnya kambuh. “Dari hasil pemeriksaan fisik pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Keluarga sudah merelakannya dan menolak diautopsi,” pungkasnya. (rep/san)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Tim Redaksi FN