FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Saling Lempar Kewenangan, Plengsengan di Desa Bandar Kedungmulyo Jombang Semakin Kritis

Peristiwa     Dibaca : 554 kali Jurnalis:
Saling Lempar Kewenangan, Plengsengan di Desa Bandar Kedungmulyo Jombang Semakin Kritis
Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab (dua kiri) saat sidak plengsengan yang menghubungkan Desa Bandar Kedungmulyo dengan Desa Pucangsimo Jombang, Rabu (2/1/2017).

Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab (dua kiri) saat sidak plengsengan yang menghubungkan Desa Bandar Kedungmulyo dengan Desa Pucangsimo Jombang, Rabu (2/1/2017).

 

JOMBANG, faktualnews.co – Pemerintah Kabupaten Jombang, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim segera melakukan perbaikan plengsengan sungai di Desa Bandar Kedungmulyo yang semakin kritis.

Plengsengan sungai yang berada di wilayah itu, merupakan tanggung jawab Pemprov Jawa Timur serta BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas juga memiliki kewenangan untuk persoalan perbaikan tanggul sungai yang rusak.

Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengatakan, pihaknya sudah melalukan koordinasi dengan Pemprov untuk segera melakukan perbaikan plengsengan tersebut, dikhawatirkan jika tidak segera ditanggani kerusakan akan semakin luas dan mengancam rumah-rumah penduduk yang ada disekitarnya. “Sekarang kondisi plengsengan sudah semakin menipis. Plengsengan itu berbahan dasar tanah pasir. Kalau nanti jebol, maka lahan dan pemukiman warga akan teraliri air sungai. Semoga itu jangan sampai terjadi,” jelasnya disela-sela meninjau lokasi plengsengan yang menghubungkan Desa Bandar Kedungmulyo dengan Desa Pucangsimo Jombang, Rabu (2/1/2017).

[box type=”shadow” align=”” class=”” width=””]

Baca Juga :

[/box]

Saat ini, dari pantauan FaktualNews.co dilapangan, kondisi plengsengan yang tergerus air itu sekitar 400 meter berada disisi kanan dan kiri sungai. Kondisi ini berawal dari putusnya jembatan di lokasi tersebut, Jumat (13/1/2017) lalu. Untuk mengantisipasi semakin melebarnya gerusan air, warga sekitar membendung dengan menumpuk batang bambu dan karung berisi tanah.

“Sekarang kami menghimbau warga agar jangan sampai melewati jalan di pinggir sungai yang plengsengannya kritis ini. Kalau dipaksakan, khawatir bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik terjadi karena kondisi sudah membahayakan bagi warga,” pungkas Wabup Mundjidah. (wat/rep)

Editor
Saiful Arief