FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Masih Tergenang Banjir, Warga Curahmalang Terserang Gatal-Gatal

Peristiwa     Dibaca : 428 kali Jurnalis:
Masih Tergenang Banjir, Warga Curahmalang Terserang Gatal-Gatal
Seorang warga tertidur di teras rumahnya yang terendam air banjir di Desa Curahmalang, Sumobito, Jombang, Jawa Timur, Senin (30/1/2017). FaktualNews.co/Arief/

Seorang warga tertidur di teras rumahnya yang terendam air banjir di Desa Curahmalang, Sumobito, Jombang, Jawa Timur, Senin (30/1/2017). FaktualNews.co/Arief/

JOMBANG, Faktualnews.co – Banjir yang masih merendam pemukiman di Desa Curahmalang dan Budugsidorejo Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengakibatkan warga setempat terserang gatal-gatal. Banjir di daerah tersebut sudah terjadi sejak Minggu hingga hari ini, Selasa (29-31/1).

Adapun Dusun yang masih tergenangi air yakni Krajan dan Besut, Desa Curahmalang dan Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito. Ketinggian air mulai dari 15 hingga 30 sentimeter. “Sudah sejak kemarin anak-anak banyak yang mengeluh gatal-gatal akibat kurang air bersih disni,” ujar Nuriyati (50) Warga Dusun Krajan, Desa Curahmalang saat ditemui di lokasi. Selasa (31/1).

[box type=”shadow” align=”” class=”” width=””]

BACA JUGA :

[/box]

Minimnya ketersediaan air bersih di daerah tersebut membuat sejumlah warga menggunakan air banjir untuk mencuci pakaian serta perabotan rumah tangga. Sebagian warga lainnya mengaku masih bisa menggunakan sumur pompa yang ada dirumahnya, Namun air hasil sumur tersebut harus didiamkan terlebih dahulu sebelum digunakan.”Minimal satu atau dua jam sebeluk digunakan air harus didiamkan, lantaran air tersebut juga kadang keruh,” beber Nurhayati.

Menurut Nuryati, selama tiga hari banjir yang melanda didusunnya tersebut belum ada perhatian dari pemerintah setempat, baik berupa bantuan obat-obatan untuk warga yang mengalami gatal-gatal. “Kemarin malam ada hanya bantuan nasi bungkus itupun cuma sekali saja,” tandasnya.

Keluhan lain juga disampaikan Suwarno (48) yang menceritakan dampak banjir baginya. Sejak banjir terjadi, ia harus menggendong anaknya saat akan dan pulang sekolah. “Berangkat kita gendong, pulangnya kita jemput supaya tidak terkena banjir,” ujarnya. (on/oza)

Editor
Adi Susanto