FaktualNews.co

Jurus Mabuk Adu Domba Ahok Dengan NU

Politik     Dibaca : 1019 kali Penulis:
Jurus Mabuk Adu Domba Ahok Dengan NU
Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

 

JAKARTA, FaktualNews.co – Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni mengatakan ada pihak yang berupaya mengadu domba dengan Nahdlatul Ulama terkait peryataan Ahok dalam persidangan kemarin yang berencana akan melaporkan Ma’ruf Amin ke polisi.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Idola Pak Ahok juga tokoh-tokoh NU seperti Almarhum Gus Dur, Gus Mus dan kyai-kyai sepuh lainnya. Mereka yang selama ini memperjuangkan kebhinnekaan yang menjadi inspirasi Pak Ahok bekerja untuk rakyat,” kata Toni seperti dikutip dari detik.com, Rabu (1/2/2017).

Toni menjelaskan, bahwa Ahok adalah sosok yang mengidolakan para tokoh NU. Ia menilai ada pihak-pihak yang sengaja menggunakan peryataan itu untuk mengadu domba. “semua jurus, termasuk jurus mabuk mengadu domba Pak Ahok dengan NU dilakukan,” ujarnya.

Saat itu, Ahok menanggapi kesaksian Ma’ruf soal adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan PBNU.

[box type=”shadow” align=”” class=”” width=””]

Baca Juga : Hendak Dipolisikan Ahok Usai Jadi Saksi, Ketua MUI; Nggak Masalah

[/box]
Sebelumnya, kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat telah menyampaikan bahwa kalimat memproses secara hukum yang diucapkan kliennya itu ditujukan kepada saksi pelapor pada sidang sebelumnya. Bukan untuk Ma’ruf Amin.

“Pak KH Ma’ruf Amin kan bukan saksi pelapor, sedangkan yang kami laporkan balik (Habib Muchsin dan Habib Novel) itu diduga mengeluarkan keterangan tidak benar di bawah sumpah. Jadi tak mungkin kami mau melaporkan Pak KH Ma’ruf Amin yang menjadi saksi karena menjelaskan soal Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI,” ujar Humphrey.

Menurut Humphrey, ucapan Ahok tersebut hanyalah komentar yang bersifat umum. Untuk urusan pelaporan terhadap saksi pelapor diserahkan kepada tim penasihat hukum.

“Kami sangat menyayangkan gencarnya pemberitaan yang menyesatkan bahwa seolah-olah Pak Ahok mau melaporkan KH Ma’ruf Amin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum MUI. Apalagi ada oknum yang menuding bahwa pernyataan Pak Ahok dianggap melecehkan integritas PB NU dan kaum nahdliyin,” ungkapnya. (*)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
detik.com

YUK BACA

Loading...