BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Gedung TK di Ngawi Ambruk, Belasan Siswa dan Guru Luka-Luka

Peristiwa   Dibaca : 429 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Gedung TK di Ngawi Ambruk, Belasan Siswa dan Guru Luka-Luka
Ilustrasi

Ilustrasi

NGAWI, FaktualNews.co – Gedung sekolah taman kanak-kanak (TK) PKK Kedungputri III di Dusun Kesongo, RT 06/RW 04, Desa Kedungptri, Kecamatan Paron, Ngawi, ambruk dan menimpa belasan murid yang lagi belajar di ruang kelas. Akibatnya, sebanyak 13 murid dan 2 guru kelas mengalami luka-luka.

Kejadian ambruknya gedung TK ini berlangsung cukup cepat tanpa disertai peristiwa yang lain. Saat proses belajar mengajar berlangsung, terdapat 17 murid serta 4 guru kelas dengan materi pelajaran tentang pembuatan jus buah naga.

“Saya tidak ingat persis, kejadiannya begitu cepat, ada suara seperti benda patah dan tiba-tiba gedung langsung roboh menimpa semua anak dan guru didalam kelas,” terang Umi Wiyanti guru kelas TK PKK Kedungputri III, Kamis (2/2) dikutip siagangawi.. Beruntung berkat kesigapan masyarakat disekitar gedung yang ambruk bias segera mengevakuasi para korban. Seluruh korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan sebagian dirujuk langsung ke RSUD Ngawi.

Baca Juga:  Curi Kotak Amal, Dua Pemuda Asal Madiun Ditangkap Polisi

Petugas kepolisian sendiri segera mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan penyelidikan. “Penyebab ambruknya gedung TK masih kami lakukan penyelidikan secara mendalam. Kami tidak bisa berandai-andai untuk masalah penyebabnya yang terpenting adalah melakukan pertolongan kepada korban-korbanya,” tegas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika.

Baca Juga:  Sebatang Kara, Wanita Pemijat Tewas Didalam Kamar

Sementara itu, belasan siswa yang menjadi korban ambruknya gedung terus menangis ketika tim medis rumah sakit mengobatinya. “Iya dik, jangan menangis. Tidak apa-apa kok,”kata salah satu tim medis yang berusaha menenangkan korban.

Camat Paron, Setyono, mengatakan, pasca kejadian tadi pagi pihaknya terus memantau perkembangan dari korban yang luka baik murid dan guru. Dia mengatakan belum mengambil tindakan terkait penyebab ambruknya gedung sekolah.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Ambruknya Sekolah TK di Ngawi

“Saya belum mengambil kesimpulan tentang penyebab pasti ambruknya gedung TK yang dibangun sekitar tahun 2008 itu. Mengingat konsentrasi dari berbagai pihak masih diarahkan ke perawatan korban baik yang rawat inap maupun yang diperbolehkan pulang,” ujarnya

Dia mengatakan akan memperhatikan semua korban terlebih mayoritas dari kejadian itu adalah bocah. Dia mengaku menjaga jangan sampai mereka mengalami trauma yang berlebihan. “Maka akan segera dilakukan langkah-langkah berikutnya dan mengenai relokasi TK itu sendiri tetap kami bicarakan dengan pihak desa,” jelas Setiyono.(sng/bjc/san)

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR