FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jokowi : Kan Waktunya Akan Diatur Tetapi Kalau Ada Permintaan (dari SBY) Ya..?

Nasional   Dibaca : 276 kali Jurnalis: Saiful Arief
Jokowi : Kan Waktunya Akan Diatur Tetapi Kalau Ada Permintaan (dari SBY) Ya..?
Istimewa

Istimewa

JAKARTA, FaktualNews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan adanya pertemuan dengan Presiden ke-6 RI yang juga Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), asalkan SBY memintanya secara resmi sehingga waktunya bisa diatur.

“Kan sudah saya sampaikan bolak-balik kan waktunya akan diatur tetapi kalau ada permintaan (dari SBY) ya,” kata Jokowi usai membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di JCC, dikutip dari merdeka.com, Kamis (2/2/2017).

Jokowi mengaku tidak mengetahui apakah ada permintaan secara resmi diajukan SBY untuk melakukan pertemuan denya. Dia meminta hal ini ditanyakan ke Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebagai pengatur jadwal kepala negara. “Tanyakan ke Mensesneg bukan ke saya,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) langsung merespons beberapa isu yang menyerang dirinya. Bahkan, SBY pun mengungkapkan keinginannya untuk berbicara dengan Presiden Joko Widodo(Jokowi).

SBY merasa dipojokkan dengan isu-isu tak sedap, mulai dari mendanai aksi damai 4 November lalu, aksi makar dan rencana mengebom istana. Dia pun disebut-sebut menunggangi aksi untuk kepentingan politik anaknya yang tengah bertarung di pemilihan gubernur DKI.

“Kalau difitnah seperti itu saya sebagai manusia biasa harus sampaikan perasaan saya. Semua itu tidak benar,” katanya di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).

Untuk itu, SBY mengaku ingin bertemu dengan Jokowi untuk menyampaikan keluh kesahnya. Presiden ke 6 itu berkepentingan untuk meluruskan kabar-kabar tak sedap.

“Saya tidak punya kesempatan bertemu presiden kita Bapak Jokowi. Kalau bisa bertemu ingin bicara secara blak-blakan siapa yang melaporkan pada beliau, beri info intelijen yang tadi,” tuturnya.

Menurut SBY, klarifikasi itu penting agar Jokowi tidak mendapat informasi yang tidak benar. SBY juga tak ingin di antara keduanya ada prasangka buruk.(*)

BACA JUGA :

Editor
Saiful Arief
Sumber
merdeka.com