BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

SBY Kembali Serang Pemerintahan Jokowi

Nasional   Dibaca : 302 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
SBY Kembali Serang Pemerintahan Jokowi
Istimewa

Istimewa. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

 

JAKARTA, FaktualNews.co – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa yakin tidak yakin kalau benar dirinya disadap oleh oknum di Pemerintahan.

Dikutip dari merdeka.com SBY mengatakan, kalau penyadapan demi kepentingan politik dan ilegal merupakan kejahatan yang sangat serius, lantas dia mencontohkan skandal yang dinamakan “watergate” di Amerika, akibat penyadapan ilegal, Presiden Amerika Nixon pung akhirnya mengundurkan diri kalau tidak maka bisa digulingkan.

“Skandal watergate dulu kubu Presiden Nixon menyadap kubu lawan politik yang juga sedang dalam kampanye pemilihan Presiden. Memang Presiden Nixon terpilih menjadi Presiden, tapi skandal itu terbongkar ada penyadapan ada typing ada spying itulah yang menyebabkan Presiden Nixon harus mundur karena kalau tidak beliau akan impeach,” kata SBY saat jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta.

Baca Juga:  Reshuffle Menteri, Benarkah Ahok Jadi Meteri PDT? Ini Kata Pengamat

SBY juga bercerita sering kali ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan sejumlah tudingan yang diarahkan kepada dirinya. Sayang, tidak mendapatkan respons positif dari Jokowi. Menurut SBY, hal itu karena ada orang yang menghalangi pertemuannya dengan Jokowi. Lagi-lagi, dia tak menyebut siapa orang tersebut.

Baca Juga:  Tangisan dan Bunga dari Warga untuk Ahok di Balai Kota

“Saya diberitahu oleh orang kalau beliau ingin bertemu dengan saya tapi beliau dilarang oleh dua dan tiga orang di sekeliling beliau. Nah dalam hati saya, hebat juga orang itu bisa melarang Presiden kita untuk bertemu dengan sahabatnya yang juga mantan Presiden. Pada hari yang baik ini kalau bisa saling melakukan klarifikasi supaya tidak menyimpan prasangka, praduga, bahkan rasa kecurigaan,” jelas SBY.

SBY berharap agar diberikan bukti transkrip atau percakapan antara dirinya dan Maruf Amin. Dia khawatir isi tersebut ditambah atau dikurangi sehingga bisa berbeda maknanya. Dia juga meminta Presiden Jokowi untuk menginstruksikan kepada Polri dan penegak hukum lain memberikan isi transkrip itu kepada dirinya.

Baca Juga:  Gus Sholah, Minta Masyarakat Tahan Diri Sikapi Putusan Ahok

“Saya hanya mohon hukum ditegakkan, bola sekarang bukan ada pada saya, bukan di Pak Maruf Amin, bukan di Pak Ahok dan tim pengacaranya, tetapi ada di tangan Polri dan para penegak hukum lain, bola di tangan mereka, dan kalau ternyata yang menyadap institusi negara bola di tangan Bapak Presiden Jokowi,” kata SBY.

Halaman
1 2
Editor
Sumber
merdeka.com
KOMENTAR