BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

KPK Tetapkan Politikus PKB dan PKS Sebagai Tersangka Suap Proyek Jalan PUPR

Kriminal   Dibaca : 318 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
KPK Tetapkan Politikus PKB dan PKS Sebagai Tersangka Suap Proyek Jalan PUPR
Ilustrasi

Ilustrasi

 

JAKARTA, FaktualNews.co – Yudi Widiana politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Musa Zainuddin politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dikutip detik.com Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Yudi dan Musa sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 24 Januari 2017 lalu. “Sudah (ditetapkan sebagai tersangka),” terangnya di Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Keduanya merupakan anggota DPR yang masih aktif pada periode ini. Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menjerat anggota Dewan juga.

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Dukung Langkah yang Dilakukan KPK

Sayangnya, KPK belum mengungkap secara jelas pasal sangkaan terhadap keduanya. Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Januari 2016. Saat itu KPK menangkap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR. Selain itu, KPK menangkap dua rekan Damayanti, Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin. Mereka saat itu disangka menerima suap dari Abdul Khoir, yang juga ditangkap.

Baca Juga:  Setya Novanto Kembali Sandang Status Tersangka Korupsi e-KTP

Kasus pun berkembang dan KPK menetapkan beberapa tersangka lainnya kemudian. Para tersangka yang ditetapkan dalam pengembangan kasus adalah Budi Supriyanto, Amran H Mustary, Andi Taufan Tiro, dan So Kok Seng.

Sebenarnya nama Yudi dan Musa kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya ketika Aseng dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan pada tanggal 18 April 2016.

Saat itu, Aseng mengaku telah menyerahkan duit sebesar Rp 2,5 miliar kepada Yudi. Aseng menyebut uang itu disampaikan melalui seorang anggota DPRD Bekasi bernama Kurniawan. Namun, Yudi selalu membantah pemberian duit itu dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga:  KPK Kembali Periksa 30 Saksi Terkait Kasus Wali Kota Madiun

Nama Musa di beberapa kesempatan pun kerap disebut. Salah satunya muncul dalam sidang pembacaan dakwaan Amran H Mustary. Tak hanya itu, dalam dakwaan Khoir, Musa juga disebut ikut menerima duit suap.

Musa disebut menerima komisi sebesar 8 persen atau senilai Rp 8 miliar dari total nilai proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Halaman
1 2
Editor
Sumber
detik.com
Tags
KOMENTAR