FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Selidiki Ambruknya Sekolah TK di Ngawi

Peristiwa   Dibaca : 386 kali Jurnalis: Z Arivin
Polisi Selidiki Ambruknya Sekolah TK di Ngawi
Atap kelas 1 SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, ambruk karena kayu-kayu penyangga sudah lapuk dan dimakan rayap, senin (16/1/2017). FaktualNews.co?RR Gawat/

ilustrasi

SURABAYA, FaktualNews.co – Aparat kepolisian langsung menindaklanjuti robohnya gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Hasilnya, korps berseragam cokelat ini banyak menemukan kesalahan dalam proses pembangunan gedung. Hal itu menguatkan adanya indikasi kecurangan pada proyek pembangunan gedung sekolah tersebut.

“Kami sudah olah tkp langsung pasca roboh. Dan banyak fakta ditemukan di lokasi. Termasuk puing-puing yang roboh,” kata Wakapolsek Paron, Iptu Supardi seperti dikuti dari beritajatim.com, Jumat (3/2/2017).

Salah satu fakta yang ditemukan apara kepolisian itu yakni kontruksi bangunan yang kurang memenuhi syarat. Mulai dari campuran semen hingga pembersihan bangunan lama yang diduga tak sesuai bestek.

Hal itulah yang diduga menjadi penyebab ambruknya ruang kelas yang baru dibangun tahun 2008 silam. Dalam penyidikan itu, aparat kepolisian juga menyita beberapa puing bangunan sebagai barang bukti.

Kami juga akan meminta keterangan dari guru TK dan warga setempat. Penanggung jawab bangunan sekolah juga akan kita panggil untuk kita mintai keterangan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Tidak ada hujan dan angin,gedung sekolah TK di Desa Gedung Patri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi roboh. Tragisnya, bangunan yang cukup tua itu roboh disaat proses belajar mengajar,Kamis (2/2/2017).

Akibatnya 17 siswa dan 4 guru mengalami luka. Bahkan beberapa di antaranya terlihat parah dan dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Soeroto Ngawi.

Mereka terlihat luka parah karena tertimbun bagian atap dan dinding belakang sekolah. Beberapa dievakuasi warga dengab alat seadanya dari runtuhan material gedung. Belasan siswa sempat sembunyi di kolong meja.(ivi)

Editor
Z Arivin