BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Google Rayakan Ulang Tahun Ke-92 Satrawan Pramoedya Ananta Toer

Nasional   Dibaca : 211 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Google Rayakan Ulang Tahun Ke-92 Satrawan Pramoedya Ananta Toer
Hari ini Google Dodle perayaan Ultah ke-92 Sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer,

Hari ini Google Dodle perayaan Ultah ke-92 Sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer,

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Hari ini jika anda membuka laman mesin pencari Google, akan menemukan ilustrasi seorang pria berambut putih, berkacamata, dan berkaus. Pria itu digambarkan sedang mengetik di mesin tik manual, Senin (6/2/2017).

Ya. Pria itu adalah Pramoedya Ananta Toer yang dilahirkan pada (6/2), pada tahun 1925 silam. Google Doodle hari ini membuat sebuah perayaan ulang tahun ke-92 Pramoedya, meski sastrawan ini telah tutup usia akibat komplikasi diabetes serta penyakit jantung pada 31 April 2006 lalu.

Semasa hidupnya, Pram, demikian dia disapa, menulis berbagai novel, cerita, jurnal, dan kronik sejarah. Dia kerap mengkritik pemerintah melalui karya-karyanya, sehingga kerap bersinggungan dengan penguasa di masanya.

Pemerintah Belanda, di masa masih menjajah Indonesia, pernah memenjarakan Pram. Rezim Soekarno pun tak akur dengan Pramoedya Ananta Toer. Begitu pula rezim Soeharto yang menyensor berbagai tulisannya, menudingnya sebagai komunis, hingga memenjarakannya di Pulau Buru, dikutip dari tribunnews.com

Di antara banyak karya tulis Pramoedya, satu yang paling terkenal, bahkan hingga ke mancanegara, adalah Tetralogi Buru. Tetralogi Buru sendiri merupakan novel yang terdiri dari empat judul, yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Ceritanya berkutat pada kehidupan Minke, nama lain dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, yang dianggap sebagai tokoh pers dan kebangkitan nasional Indonesia.

Proses penulisannya menyisakan sebuah cerita yang menarik. Pasalnya, Pram menulis Tetralogi Buru semasa dia ditahan dan diasingkan di Pulau Buru, Maluku. Bahkan, kala itu Pram sama sekali tidak diberi akses untuk mendapatkan pena, kertas atau alat tulis lain.

Semasa pembatasan akses tersebut, Pram menceritakan garis besar naskah Tetralogi Buru secara lisan pada kawan-kawannya sesama tahanan. Detil-detil Tetralogi Buru baru ditulis oleh Pram saat dia diperbolehkan menulis di tahanan dan mendapatkan akses alat tulis. Saa itu, Pramoedya merupakan satu-satunya tahanan yang mendapat pinjaman mesin tulis.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR