BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Hujan Lebat, Ratusan Rumah Di Nganjuk Terendam Banjir

Peristiwa   Dibaca : 228 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Hujan Lebat, Ratusan Rumah Di Nganjuk Terendam Banjir
ilustrasi

ilustrasi

JOMBANG, FaktualNews.co – Ratusan rumah warga di 10 desa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diterjang banjir. Hal itu disebabkan karena luapan air sungai Rejoso.

Informasi yang dihimpun FaktualNews.co, luapan air bah ini mulai masuk ke pemukiman warga sekira pukul 18.30 WIB. Di Kecamatan Rejoso dan Pace, dengan ketinggian air mencapai 30 sentiemeter.

Beberapa warga tampak berusaha untuk membendung air dengan menyumpal pintu rumah menggunakan karung berisi pasir. Itu dilakukan agar luapan air bah ini tidak masuk ke dalam rumah. Sedangkan, untuk benda-benda elektronik dipindah ke tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Jalan di Kertosono Langganan Banjir, Kurangnya Daerah Resapan Air

“Sejak sore memang hujan turun lebat sekali, sehingga sungainya meluap. Katanya, tanggulnya juga jebol,” ungkap Agus (30), warga Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Rabu (15/2/2107).

BACA JUGA

Baca Juga:  Jalan di Kertosono Langganan Banjir, Kurangnya Daerah Resapan Air

Selain menggenangi pemukiman, banjir juga juga menyebabkan akses jalan penghubung antar kecamatan tergenang. Tanaman padi dan bawang merah di sawah juga ikut terendam. Jika kondisi terus seperti ini, dipastikan para petani di dua kecamatan ini akan mengalami kerugian yang cukup besar.

“Kalau terendam terus ya pasti mati tanaman bawang merahnya. Karena, bawang merah memang tidak begitu tahan jika terendam air,” tambahnya.

Baca Juga:  Jalan di Kertosono Langganan Banjir, Kurangnya Daerah Resapan Air

Sementara itu, dikutip dari beritajatim.com, data dari Tim Tanggap Bencana (Tagana) menyebutkan, 10 desa yang terdampak banjir antara lain, Sambikerep, Musir Lor, Musir Kidul, Banjarejo, Rejoso, Klagen, Jatirejo dan Tugu di wilayah Kecamatan Rejoso.

Untuk Kecamatan Pace terjadi di Desa Joho, dan juga Desa Pace. Banjir kali ini terbesar dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Setelah lebih dari lima jam, kini air mulai surut.(ivi)

Editor
KOMENTAR