FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mendikbud Hadir di Pendopo Nganjuk, Begini Pesannya

Pendidikan     Dibaca : 468 kali Jurnalis:
Mendikbud Hadir di Pendopo Nganjuk, Begini Pesannya
Mendikbud, Muhadjir Effendy saat berada di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (18/2/2017). Foto : Linduaji/FaktualNews

Mendikbud, Muhadjir Effendy saat berada di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (18/2/2017).
Foto : Linduaji/FaktualNews

NGANJUK, FaktualNews.co –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy hadir dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Penyelenggaraan di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Sabtu (18/2/2017). Dalam kesempatan itu, ada beberapa hal yang disampaikan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.

Diantaranya, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan rakor tersebut, Muhadjir mengatakan, sosialisasi penyelenggaraan merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu organisasi. Termasuk instansi pemerintah Kabupaten/kota.

“Sosialisasi penyelenggaraan ini saya kira merupakan bagian yang sangat strategis dan vital dalam hubungan sistemik pada kita. Ini harus kita benahi terus-menerus karena menjadi bagian dari sisi ekspansi kita,” ujarnya di depan hadirin di pendopo Kabupaten Nganjuk.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, dalam menjalankan sosialisasi penyelenggaraan ada dua kegiatan utama, yakni konsolidasi dan ekspansi. Konsolidasi berarti melakukan penataan internal. Sedangkan ekspansi berarti melakukan pengembangan atau perluasan cakupan dalam mencapai tujuan sistem pada penyelenggaraan.

Dalam konteks ini, Muhadjir menyebut sosialisasi menjadi bagian dari ekspansi. “Meski begitu, jangan sampai konsolidasi melulu, tapi tidak diekspos ke luar apa yang dikerjakan. Atau sebaliknya, pamer terus ke dunia luar, padahal tidak ada substansinya,” jelasnya.

Muhadjir juga meminta agar informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat harus segera dipublikasikan. Tidak perlu ditunda-tunda. “Semakin cepat suatu informasi disampaikan ke masyarakat akan semakin baik. Sehingga tidak membuat masyarakat bertanya-tanya lebih lama,” bebernya.

Terkait fungsi Humas dalam melayani pengaduan masyarakat, Mendikbud menghimbau agar tidak berhenti di tahap menampung saja. Melainkan bisa menggali informasi lebih dalam lagi terkait masalah yang diadukan masyarakat. “Orang yang datang ke kita untuk mendapatkan pelayanan bukan hanya sebagai subjek yang butuh kita, tapi kita juga butuh mereka, kita gali informasi dari masyarakat yang mengadu. Kalau ada yang penting, sampaikan ke pimpinan supaya pimpinan bisa mengarahkan dan mengeksekusi dalam penyelesaian masalah,” terangnya.

Menurut Muhadjir, saat menerima pengaduan dari masyarakat, humas pemerintah harus bisa melakukan fact finding, atau mendapatkan fakta baru. Sehingga bisa mendapatkan sesuatu yang bukan hanya dalam bentuk aduan, tetapi juga bisa menggali masalah internal yang harus dibenahi.

Tak hanya itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) kehumasan juga harus terus ditingkatkan. Tenaga kehumasan setidaknya harus bisa melakukan tiga hal utama, yaitu wawancara atau menggali informasi, menulis, dan memotret (fotografi). Seorang humas harus bisa menggali informasi, kemudian menulisnya menjadi sebuah berita atau fakta dengan gaya komunikasi yang baik, serta memotret untuk bisa memberikan informasi faktual dengan cepat.

“Ada fakta, ada narasi hasil investigasi, dan sekaligus ajukan solusi atau rekomendasi apa yang harus dilakukan. Kalau perlu tiap minggu diagendakan pertemuan agen-agen informasi di tiap unit utama untuk saling berbagi informasi,” tandas Muhadjir.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, KH Badrus Wahid menyatakan bersedia melaksanakan apa yang disampaikan Mendikbud. Disamping itu, mampu menjalin kerja sama dengan media mainstream, atau media yang menjadi arus utama dalam memberikan informasi kepada publik. Hal ini penting sebagai salah satu strategi untuk menangkal fenomena hoax atau berita palsu yang sekarang ini kerap dikonsumsi  masyarakat dengan mudah.

“Memang sekarang media sosial dan media lain penting, tapi media mainstream juga tetap masih penting karena masyarakat masih percaya dengan media mainstream, apalagi dihadapkan dengan isu hoax. Lalu jalinan kerja sama dengan wartawan juga harus dijalankan dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, Rakor Informasi dan sosialisasi penyelenggaraan di dihadiri perwakilan unit-unit utama eselon 1 dan 2 dilingkungan Kemendikbud. Acara tersebut mengambil tema “Sinergi Komunikasi Publik dalam Menyosialisasikan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017”. (nji/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat