BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Rumah Gembong Narkoba, Dijadikan Markas BNN Pantau Penyelundupan Narkoba Ke Jakarta

Nasional   Dibaca : 385 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Rumah Gembong Narkoba, Dijadikan Markas BNN Pantau Penyelundupan Narkoba Ke Jakarta
Rumah gembong narkoba Pony Tjandra di kawasan Perumahan Pantai Mutiara Blok R No. 21 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang diserahkan Kejagung ke BNN.internet

Rumah gembong narkoba Pony Tjandra di kawasan Perumahan Pantai Mutiara Blok R No. 21 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang diserahkan Kejagung ke BNN.internet

SURABAYA, FaktualNews.co – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan rumah mewah Perumahan Pantai Mutiara Blok R No. 21 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, milik terpidana kasus narkotika Pony Tjandra kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pony merupakan seorang napi dengan vonis 20 tahun penjara karena kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 57 ribu butir. Ia telah menghuni LP di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sejak tahun 2006. Namun, sejak akhir 2014 dia dipindahkan ke LP Cipinang, Jakarta Timur.

Selain rumah Pony, ada delapan aset lainnya yang diserahkan Kejagung kepada BNN. Aset-aset ini berasal dari lima kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Baca Juga:  Simpan Sabu di Kemaluan, Wanita Di Medan Diringkus Polisi

Jaksa Agung, M Prasetyo mengatakan, aset ini merupakan yang pertama kali diterima BNN. Sebelumnya, Kejagung sudah memaparkan alasan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perihal penyerahan aset yang berasal dari tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kejahatan narkotika.

Baca Juga:  Oknum Polisi Dilaporkan Melakukan Pemerkosaan Terhadap Remaja saat Razia Narkoba

“Karena berdasar keterangan Bapak Kepala BNN, aset ini sangat berguna untuk menunjang kegiatan operasional yang sangat diperlukan BNN. Diharapkan penyerahan aset ini dapat menambah kerja kita semua,” kata M Prasetyo seperti dikutip dari detik.com, Senin (20/2/2017).

Seyogyanya, aset rampasan negara ini memang seharusnya dilelang untuk menambah pemasukan kas keuangan negara. Namun akhirnya rumah milik terpidana kasus narkoba Pony Tjandra ini tidak dijual karena dibutuhkan BNN.

“Ini didahului pembicaraan yang sangat intens. Tentunya BNN menyampaikan kepada presekutor, jaksa bahwa aset yang diperoleh dan berasal dari narkotika, tersangkanya Pony Tjandra diperlukan untuk menjalankan kepentingan-kepentingan BNN,” imbuhnya.

Baca Juga:  Polres Sampang Amankan Kurir Sabu Tamatan SD

Di rumah ini, selain BNN juga akan ada unsur penegak hukum lainnya seperti Polri, kejaksaan dan Direktorat Jenderal Bea-Cukai. Lokasi rumah yang berada di pesisir Teluk Jakarta ini dinilai strategis untuk mengawasi dan mencegah masuknya narkoba melalui perairan Jakarta.

Terlebih, jalur laut merupakan pintu gerbang masuknya narkoba ke Jakarta. Itu dibuktikan dari pengungkapan jaringan narkoba yang mencoba menyelundupkan narkoba via jalur laut yang berada di Teluk Jakarta oleh petugas BNN dan Bea Cukai.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR