FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tol Solo-Kertosono Sisakan 56 hektar Lahan Yang Belum Dibebaskan

Nasional   Dibaca : 380 kali Jurnalis: Saiful Arief
Tol Solo-Kertosono Sisakan 56 hektar Lahan Yang Belum Dibebaskan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) saat sidak pengerjaan tol Solo-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, Senin (20/2/2017), FaktualNews.co/Zaenal/

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) saat sidak pengerjaan tol Solo-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, Senin (20/2/2017), FaktualNews.co/Zaenal/

 

NGAWI, FaktualNews.co – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Desa Klitik, Geneng, Ngawi, Jawa Timur, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai jalur mudik pada Lebaran Juni 2017 mendatang.

“Target operasi dari Trans Jawa tetap 2018 cuma secara fungsional dapat dimanfaatkan untuk mudik lebaran mendatang, saya yakin sudah bisa dilalui seperti Kartosuro-Ngawi bisa menghindari Kota Solo sehingga truk dan lainnya bisa dialihkan,” jelasnya, kepada awak media, Senin (20/02).

Menurut Basuki, saat ini untuk ruas tol Solo-Ngawi masih menyisakan 56 hektar lahan yang belum dibebaskan, 16 hektar di antaranya berada di lokasi yang dibangun oleh pemerintah, sedangkan sisanya seluas 40 hektar berada pada ruas yang dikerjakan PT SNJ (Solo Ngawi Jaya), dari Karanganyar hingga Ngawi terdapat 58 overpass yang keseluruhannya membutuhkan penambahan lahan.

Baca Juga :

[box type=”shadow” ]

[/box]
“Sedangkan untuk wilayah Nganjuk progres pembangunannya lambat disebabkan banyak faktor yang memang belum terselesaikan untuk pembebasan lahan salah satunya,” jelasnya.

Terkait akses jalur mudik lebaran mendatang dari Kartosuro-Ngawi dan berlanjut ke Ngawi-Kertosono tetap bisa dioperasikan. “Untuk titik Ngawi-Kertosono bisa diusahakan semaksimal mungkin agar bisa difungsikan paling tidak sampai titik wilayah Nganjuk. Titik Ngawi-Kertosono tersebut bisa menghindari 9 simpang sebidang dengan lintasan kereta api dan sekarang ini sudah terselesaikan 6 simpang,” pungkas Basuki.

Semantara itu, Dirut PT SNJ David Wijayanto menjelaskan, pembangunan jalan tol tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya Pemerintah memberikan porsi dukungan konstruksi untuk meningkatkan kelayakan finansial ruas tol melalui pembangunan konstruksi Solo (Kartosuro)-Karanganyar sepanjang 20,9 km, dan sisanya, sepanjang 69,35 km dilaksanakan oleh PT Solo Ngawi Jaya (PT SNJ).

“Kalau bicara target penuh tetap Oktober 2017 tetapi untuk Juni nanti semua konstruksi bisa diselesaikan dan dimanfaatkan sebagai jalur mudik tanpa membayar atau digratiskan,” terangnya.

Berdasarkan data per 9 Desember 2016 lalu konstruksinya sudah mencapai 90,02 persen dan pembebasan lahannya mencapai 98,98 persen. Untuk sisa pekerjaan dibawah PT SNJ terdiri dari 2 paket yakni paket 1 antara Karanganyar-Mantingan dengan panjang 35,15 kilometer. Dilokasi ini, konstruksinya mencapai 65,95 persen dengan total pembebasan lahan baru mencapai 91,40 persen.

Sedangkan tahap 2 untuk Mantingan-Ngawi sepanjang 34,02 kilometer pekerjaan konstruksinya mencapai 39,17 persen dengan status pembebasan lahan mencapai 91,70 persen. (nal/rep)

Editor
Saiful Arief