FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bawa Sengketa ke Arbitrase Freeport Bermusuhan Dengan Rakyat Indonesia

Ekonomi, Nasional     Dibaca : 307 kali Jurnalis:
Bawa Sengketa ke Arbitrase Freeport Bermusuhan Dengan Rakyat Indonesia
Penambangan Freeport. Istimewa
Tambang Freeport di Papua

Foto Istimewa : Tambang Grasberg adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tambang ini terletak di provinsi Papua di Indonesia dekat latitude -4,053 dan longitude 137,116, dan dimiliki oleh Freeport yang berbasis di AS(67.3%), Rio Tinto Group (13%), Pemerintah Indonesia (9.3%) dan PT Indocopper Investama Corporation (9%). Operator tambang ini adalah PT Freeport Indonesia (anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper and Gold). Biaya membangun tambang di atas gunung sebesar 3 miliar dolar AS. Pada 2004, tambang ini diperkirakan memiliki cadangan 46 juta ons emas. Pada 2006 produksinya adalah 610.800 ton tembaga; 58.474.392 gram emas; dan 174.458.971 gram perak.

 

JAKARTA, FaktualNews.co — Upaya membawa sengketa Kontrak Karya Freeport ke arbitrase internasional dinilai pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, akan merugikan Freeport sendiri, meski merupakan hak prerogatif dari PT Freeport Indonesia.

“Freeport tidak hanya bermusuhan dengan pemerintah Indonesia, tetapi juga harus berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia,” katanya dilansir dari JIBI/solopos, Selasa (21/2/2017). Langkah hukum Freeport ke badan arbitrase dinilai merupakan tindakan ingin menang sendiri.

Hikmahanto meminta pemerintah Indonesia harus siap meladeni Freeport. Dalam perkara arbitrase ini, pemerintah merupakan pihak yang pasif, tetapi jangan sampai dimanfaatkan.

BACA JUGA :

[box type=”shadow” ]

[/box]
Menurut dia, pemerintah telah berusaha memfasilitasi Freeport dengan memberikan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pemerintah, lanjut dia, telah berkorban banyak untuk Freeport. Hikmahanto memprediksi posisi pemerintah Indonesia dalam sengketa arbitrase ini akan lebih kuat ketimbang Freeport.

Freeport pun mulai menebar tekanan. Salah satunya, CEO Freeport-McMoRan Inc (induk usaha PTFI di Amerika Serikat), Richard C. Adkerson, menyebut masalah PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat. Selain sebagai perusahaan terbuka di sana, katanya, Freeport telah menyerap investasi yang sangat besar di negara-negara tempatnya beroperasi, termasuk Indonesia.

Selain itu, salah satu pemegang saham Freeport, Carl Icahn, kini menjadi menjadi penasehat Presiden AS Donald Trump. “Dia mempunyai 7% saham Freeport-McMoRan. Dia bukan representasi resmi dari pemerintah, tapi dia sangat concern dengan keadaan di Indonesia,” ujarnya. (*)

Editor
Saiful Arief
Sumber
solopos.com