BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Luhut : Ancaman Freeport PHK Karyawan Kontrak Kejam

Nasional   Dibaca : 271 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Luhut : Ancaman Freeport PHK Karyawan Kontrak Kejam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto Istimewa/
Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto Istimewa/

 

JAKARTA, FaktualNews.co – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut aksi pengurangan karyawan atau layoff tenaga kerja yang dilakukan PT Freeport Indonesia kejam, cara tersebut tidak umum dilakukan oleh perusahaan besar sekelas PTFI.

“Itu cara yang tidak umum pada perusahaan besar multinasional karena mem-‘blackmail’ (mengancam) mau ‘layoff’. ‘Kan enggak benar,” katanya, Senin (20/2/2017).

Menurut mantan Menko Polhukam itu, perusahaan seharusnya bertanggung jawab atas hidup para karyawannya. “Dia (Freeport) kejam (lakukan) ‘layoff’,” ujarnya.

Baca Juga:  Lawan Freeport, Ini Persiapan Sri Mulyani

Sebelumnya, Freeport mengancam akan melakukan pemutusan hubungan kerja yang bekerja di tambang Grasberg, Mimika, pekan ini.

BACA JUGA :

[box type=”shadow” ]

[/box]
President dan CEO Freeport McMoRan Inc Richard C. Adkerson dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, mengaku bahwa pihaknya telah melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya 2 hari lalu.

Pekan ini, rencananya perusahaan itu akan melakukan PHK terhadap karyawan kontraktor. Dari 32 ribu karyawan yang bekerja saat ini, sebanyak 12.000 orang merupakan karyawan kontraktor.

Baca Juga:  Pemerintah Beri Izin Ekspor Sementara untuk PT Freeport Indonesia

Menurut Richard, PHK dilakukan karena perusahaan tersebut harus menjaga bisnisnya secara finansial. Salah satu upaya menjaga bisnisnya adalah dengan pemutusan hubungan kerja tersebut.

Sejak berakhirnya izin ekspor pada tanggal 12 Januari lalu, kata dia, kegiatan operasi Freeport sudah terganggu.

Ia mengungkapkan, perusahaan telah berhenti beroperasi sejak 10 Februari lalu lantaran tidak ada tempat penyimpanan konsentrat.

Baca Juga:  Soal Freeport, Jokowi : Kita Ingin Dicarikan Solusi Yang Tidak Berat Sebelah, Jika Sulit Saya Akan Bersikap

Hal itu juga diperparah dengan adanya pemogokan kerja oleh karyawan smelter Gresik, yang hanya mampu menyerap 40 persen produksi konsentrat dari tambang di Grasberg.

“Kami berhenti operasi pabrik kami 10 hari yang lalu karena tidak ada ‘storage’ (penyimpanan) untuk simpan konsentrat kami dan tidak bisa ekspor konsentrat. Kami tidak bisa menghasilkan produk yang tidak bisa kami jual. Akibatnya, kami turunkan produksi sangat tajam,” ujarnya.

Richard mengaku prihatin dengan keadaan tersebut. Namun, dia menegaskan hal tersebut dilakukan bukan untuk menekan pemerintah dalam rangka negosiasi status kontrak.

Halaman
1 2
Editor
Sumber
AntaraNews.com
Tags
KOMENTAR