FaktualNews.co

Luhut : Ancaman Freeport PHK Karyawan Kontrak Kejam

Nasional     Dibaca : 1132 kali Penulis:
Luhut : Ancaman Freeport PHK Karyawan Kontrak Kejam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto Istimewa/
Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/Foto Istimewa/

 

JAKARTA, FaktualNews.co – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut aksi pengurangan karyawan atau layoff tenaga kerja yang dilakukan PT Freeport Indonesia kejam, cara tersebut tidak umum dilakukan oleh perusahaan besar sekelas PTFI.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Itu cara yang tidak umum pada perusahaan besar multinasional karena mem-‘blackmail’ (mengancam) mau ‘layoff’. ‘Kan enggak benar,” katanya, Senin (20/2/2017).

Menurut mantan Menko Polhukam itu, perusahaan seharusnya bertanggung jawab atas hidup para karyawannya. “Dia (Freeport) kejam (lakukan) ‘layoff’,” ujarnya.

Sebelumnya, Freeport mengancam akan melakukan pemutusan hubungan kerja yang bekerja di tambang Grasberg, Mimika, pekan ini.

BACA JUGA :

[box type=”shadow” ]

[/box]
President dan CEO Freeport McMoRan Inc Richard C. Adkerson dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, mengaku bahwa pihaknya telah melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya 2 hari lalu.

Pekan ini, rencananya perusahaan itu akan melakukan PHK terhadap karyawan kontraktor. Dari 32 ribu karyawan yang bekerja saat ini, sebanyak 12.000 orang merupakan karyawan kontraktor.

Menurut Richard, PHK dilakukan karena perusahaan tersebut harus menjaga bisnisnya secara finansial. Salah satu upaya menjaga bisnisnya adalah dengan pemutusan hubungan kerja tersebut.

Sejak berakhirnya izin ekspor pada tanggal 12 Januari lalu, kata dia, kegiatan operasi Freeport sudah terganggu.

Ia mengungkapkan, perusahaan telah berhenti beroperasi sejak 10 Februari lalu lantaran tidak ada tempat penyimpanan konsentrat.

Hal itu juga diperparah dengan adanya pemogokan kerja oleh karyawan smelter Gresik, yang hanya mampu menyerap 40 persen produksi konsentrat dari tambang di Grasberg.

“Kami berhenti operasi pabrik kami 10 hari yang lalu karena tidak ada ‘storage’ (penyimpanan) untuk simpan konsentrat kami dan tidak bisa ekspor konsentrat. Kami tidak bisa menghasilkan produk yang tidak bisa kami jual. Akibatnya, kami turunkan produksi sangat tajam,” ujarnya.

Richard mengaku prihatin dengan keadaan tersebut. Namun, dia menegaskan hal tersebut dilakukan bukan untuk menekan pemerintah dalam rangka negosiasi status kontrak.

“Kami lakukan ini bukan karena negosiasi dengan pemerintah, melainkan hanya terpaksa agar bisnis bisa berjalan secara finansial. Kami harap bisa segera ada jalan keluar,” ujarnya. (Antara)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
AntaraNews.com
Tags

YUK BACA

Loading...