FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bupati Jombang Buka Diklatsar Banser Angkatan IV di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko

Advertorial     Dibaca : 781 kali Jurnalis:
Bupati Jombang Buka Diklatsar Banser Angkatan IV di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko
Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko saat pembukaan DIklatsar banser di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jumat (24/2/2017). Foto : Istimewa

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko saat pembukaan DIklatsar banser di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jumat (24/2/2017).
Foto : Istimewa

JOMBANG, FaktualNews.co – Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko membuka Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan ke-4 masa khidmat 2014-2018 di Pondok Pesantren Darul Ulum Keouhdoko, Kecamatan Tembelang, Jumat (24/2/2017). Kegiatan ini diikuti sekitar 180 anggota Banser.

Dalam acara yang akan digelar selama tiga hari itu, Bupati mengajak Banser tetap konsisten menjadi garda terdepan menjaga ideologi pancasila dan kebhinekaan Indonesia. “Selama ini Banser adalah yang paling setia menjaga keutuhan NKRI. Maka, kedepan harus tetap berada di barisan terdepan menjaga ideologi pancasila dan kebhinekaan di bangsa ini,” ujarnya.

Disamping itu, Nyono juga mengajak Banser bersinergi dengan pemerintah dalam mencapai pembangunan yang maksimal. “Banser memiliki potensi yang kuat mensukseskan visi misi pemerintah pusat maupun daerah. Jadi, mari bersama-sama capai itu semua,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto menjelaskan beberapa tujuan diselenggarakannya Diklatsar Banser, menurutnya, hal itu bertujuan untuk membangun militansi kader dalam Bela Ulama, Bela Agama, Bela Bangsa dan Bela Negara, juga memiliki kepekaan sosial, kreatif dalam melihat potensi ekonomi dan peduli pada alam serta memahami dan menjalankan Nawa Prasetya Banser dengan penuh tanggung jawab.

“Tentunya dengan materi-materi yang sudah diberikan mulai soal ke-NU-an, Aswaja NU, Ke Ansor an, Ke Banser an, Kamtibmas, Wawasan Kebangsaan hingga materi tentang Bela Negara dan Kedisiplinan,”katanya.

Gus Antok menambahkan, bahwa Banser sangat perlu mendapat pelatihan bela negara, aswaja NU,  kamtibmas, wawasan kebangsaan, mengingat Banser sebagai benteng para ulama dan akan selalu siap menjadi garis depan ketika NKRI dalam ancaman. Deklarasi ini meneguhkan komitmen keagamaan (Ke NU an) sekaligus kebangsaan (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945).

“Bagi kami Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 adalah harga mati, sehingga materi bela negara juga kita berikan setiap penyelenggaraan diklatsar. Situasi dan Kondisi kekinian menunjukkan NKRI dalam ancaman dari berbagai bidang, baik ideologinya, ekonominya, politiknya, moralitasnya, mulai menurun nya nilai dan budaya bangsa, secara sosial juga sedang diuji dengan begitu mudahnya masyarakat kita saling fitnah, saling caci maki dan sebagainya. Untuk itulah menjadi komitmen bagi Ansor dan kader intinya Banser untuk semakin menyemarakkan kegiatan diklat atau pelatihan kader, agar tidak menjadi orang yg lemah, labil, mudah dipengaruhi, tidak memiliki prinsip serta jauh nilai akhlaqul karimah atau nilai luhur budaya bangsa kita,” jelasnya. (*/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat