FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Waduh! Puluhan Sekolah di Lamongan Belum Terakreditasi

Pendidikan     Dibaca : 470 kali Jurnalis:
Waduh! Puluhan Sekolah di Lamongan Belum Terakreditasi
Bupati Lamongan, Fadeli (tengah) saat sidak full day school beberapa waktu lalu. Foto Ilustrasi
Full-day-school

Bupati Lamongan, Fadeli (tengah) saat sidak full day school beberapa waktu lalu. Foto Ilustrasi

 

LAMONGAN, FaktualNews.co – Puluhan sekolah di Kabupaten Lamongan, belum terakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Provinsi Jawa Timur. Paling banyak sekolah yang belum terakreditasi adalah sekolah tingkat menengah (SMP).

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamongan, dari total 153 unit, masih ada sebelas unit lembaga pendidikan sekolah menegah pertama (SMP) Negeri dan Swasta belum terakreditasi.

Dari jumlah tersebut, 48 diantaranya berstatus negeri, dengan 47 lembaga sudah terakreditasi A dan 1 lembaga berakreditasi B. Sedangkan untuk 105 lembaga pendidikan SMP swasta, sebanyak 31 lembaga pendidikan sudah berakreditasi A, 53 lembaga pendidikan memiliki akreditasi B dan 10 lainnya masih terkareditasi C.

“Tahun ini kita akan menuntaskan seluruh lembaga pendidikan SMP yang sudah memenuhi persyaratan untuk diakreditasi,” kata Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, kepada FaktualNews.co, Senin (27/2/2017).

BACA JUGA :
[box type=”shadow” ]

[/box]
Ia menuturkan, bahwa pihaknya akan terus mendorong dan memfasilitasi agar seluruh SMP di Lamongan terakreditasi, sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Lamongan. “Sehingga nanti tidak ada lagi, belajar di sekolah pinggiran jelek,” terangnya.

Dengan akreditasi, lanjut Agus, lembaga pendidikan akan terus terpacu untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Sedangkan masyarakat yang akan menggunakan layanan pendidikan itu juga bisa memiliki acuan terkait kualitas layanan pendidikannya.

“Sisa 11 sekolah yang belum terakreditasi. Tahun ini kami mengusulkan 4 lembaga pendidikan SMP untuk diakreditasi, sementara 7 lembaga pendidikan lainnya belum bisa diusulkan karena belum pernah meluluskan siswanya,“ pungkas Agus. (sol/rep)

Editor
Saiful Arief