FaktualNews.co

Khofifah-Pakde Karwo-Pak Halim Bertemu di Grahadi Hari Ini, Bahas Pilgub Jatim 2018?

Politik     Dibaca : 1224 kali Jurnalis:
Khofifah-Pakde Karwo-Pak Halim Bertemu di Grahadi Hari Ini, Bahas Pilgub Jatim 2018?
Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

SURABAYA, FaktualNews.co – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo), serta Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar (Pak Halim) di Gedung Grahadi Surabaya hari ini, Kamis (2/3/2017). Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak terlihat hadir.

Selain ketiga tokoh yang biasa berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim itu, tampak hadir Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, Kepala Dinas Sosial Jatim Sukesi dan seluruh pejabat OPD di lingkungan pemprov Jatim.

Bukan untuk membahas agenda politik Pilgub Jatim 2018, dalam pertemuan formal itu Mensos Khofifah hadir dalam rangka membuka Rapat Koordinasi Sinergitas Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) di Jatim tahun 2017.

Saat sambutan, Mensos Khofifah mengatakan ada target 10 juta e-Warung seluruh Indonesia pada tahun 2018. Untuk itu, pemerintah diminta menyiapkan di APBN-P. Untuk Jatim, tahun ini ada tambahan 2.800 e-Warung.

“Untuk jumlah kemiskinan di perkotaan, Jawa Barat paling tinggi, tapi kemiskinan di desa, Jatim yang paling tinggi,” jelasnya seperti dilansir BeritaJatim.com.

Ada 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang menjadi sasaran program subsidi energi. Jumlahnya 25.771.493 rumah tangga (RT) atau 27.046.374 kepala keluarga (KK). Jumlah penduduknya sebesar 93.026.921 jiwa.

“Dari sasaran itu, ada program JKN penerima bantuan iuran yang masih mencakup 35 persen, program KKS/KIP/Rastra mencakup 25 persen dan program keluarga harapan (PKH) 9 persen,” tuturnya.

Mensos juga menampilkan Rekap Bansos di Jatim tahun 2017. Untuk PKH sebanyak 1.099.154 keluarga dan menerima bantuan sebesar Rp 2.077.401.060.000. Sedangkan untuk Beras Sejahtera (Rastra) ada sasaran sebanyak 2.889.929 keluarga dengan bantuan Rp 3.963.826.616.400. Total Rp 6.041.227.676.400. Data ini belum termasuk program KUBE, Bansos Lansia, Disabilitas, Rutilahu dan lainnya.

“Kami harap sebagai Frontliner para bupati walikota di Jatim bisa mengentas kemaskinan. Saya prihatin kalau Dinsos di daerah tidak disupport SDM dan APBD yang mencukupi. Banyak di daerah Dinsos digabung dengan Disnakertrans. Akhirnya, hanya dicover 9 orang mulai kepala bidang, kepala seksi dan stafnya untuk mengawasi PKH,” pungkas Khofifah. (*/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...