Pendidikan

Diklatsar Banser Nganjuk Perdalam Wawasan Kebangsaan

Para peserta Diklatsar Banser saat menerima materi dari TNI.
Foto : Linduaji/FaktualNews

NGANJUK, FaktualNews.co – Sebanyak 89 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mustopa Tegal Arum Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (5/3/2017) pagi.

Dalam Diklatsar tersebut, para peserta diberikan pemahaman wawasan kebangsaan (Wabang) bela negara dalam menghadapi ancaman masa kini serta pemahaman keagamaan dan menanamkan rasa nasionalisme.

Komandan Provost Banser Kabupaten Nganjuk, Syamsudin mengatakan, GP Ansor Banser Nganjuk terus konsisten hadir untuk memberikan pencerahan keagaamaan yang berhaluan Ahlusunah Wal Jamaah. Serta membentuk generasi yang cinta terhadap tanah air.

Sehingga, selama tiga hari ini para peserta diberikan pengetahuan keislaman serta diberikan wawasan empat pilar kebangsaan yakni, pancasila, bhineka tunggal ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Dalam pelaksanaannya, pemateri dan instruktur yang melatih dan mendidik para peserta ini tak hanya melibatkan para ulama dan sesepuh kiyai Nahdlatul Ulama (NU), tapi juga melibatkan anggota TNI/Polri.

“Sehingga out putnya jelas, kader Banser tidak hanya menguasai tentang keislaman tapi juga memiliki jiwa patriotik dalam mempertahankan keutuhan negara yang kita cintai ini,” paparnya.

Menurutnya, kader Banser juga dicetak untuk mengawal tugas khusus, yakni melindungi dan mendampingi ulama-ulama NU. Dengan begitu, tidak hanya wawasan keislaman dan wawasan kebangsaan yang digodok dalam kegiatan ini. Melainkan, seluruh peserta diklatsar diajarkan cara bela diri dan keterampilan khusus untuk menunjang tugasnya dikemudian hari.

Banser, memiliki tiga kesatuan. Yakni kesatuan Banser Unit Pengamanan, Banser Unit Lalulintas dan Banser Unit Tanggap Bencana. Pembagian unit ini disesuaikan dengan minat dan potensi kader banser setelah dilakukan seleksi.

“Setahun, kita lakukan diklatsar tiga kali. Diakhir tahu, pertengahan tahun dan awal tahun seperti yang dilaksanakan sekarang,” katanya.

Terpisah, Kasdim 0810/Nganjuk Mayor Inf Edy Sunarko Budi mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan. Pihaknya berharap, konsistensi kaderisasi yang dilakukan dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat, agama dan pemerintah,dalam mengisi kemerdekaan dengan cara melanjutkan pembangunan baik dibidang moral maupun spritual,

Banser sebagai generasi penerus harus bisa membentengi diri dari hal-hal negatif yang merupakan ancaman terhadap tercapainya cita-cita proklamasi dengan cara bangga sebagai bangsa indonesia,rela berkorban demi bangsa dan negara.

“Dan kami juga betreimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksanakanya kegiatan ini,” pungkasnya. (aji/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Share
Penulis