FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kunjungan ke Ngawi, Mentan : Bulog Harus Beli Gabah Petani

Nasional     Dibaca : 522 kali Jurnalis:
Kunjungan ke Ngawi, Mentan : Bulog Harus Beli Gabah Petani
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat berada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017). Foto : Zainal Abidin/FaktualNews

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat berada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017).
Foto : Zainal Abidin/FaktualNews

NGAWI, FaktualNews.co – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017). Dalam kesempatan itu, Amran menyatakan agar Bulog tetap harus membeli gabah hasil panen petani.

Dalam kunjungan itu, Mentan menyempatkan turun langsung ke sawah melihat lahan pertanian di sawah. “Tadi saya beberapa kali cek ke tingkat petani di sawah, kadar air yang masih ada ya sekitar 22 persen dan 23 persen, Bulog harus tetap turun tangan membeli dengan harga standar,” katanya kepada awak media.

Ia juga menegaskan, Bulog harus tetap membeli gabah petani dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah. Adapun harga yang ditetapkan pemerintah untuk pembelian Bulog sebesar Rp 3.700 per kilogram.

Menurut Amran, harga standar pemerintah itu harus tetap diberlakukan untuk padi hasil panen petani meski mutunya masih tidak sesuai dengan ketetapan bulog. “Walau kadar airnya masih 25 persen pun harus dibeli dengan harga sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp 3.700 per kilogram,” ujarnya.

Terkait keluhan warga tentang anjloknya harga gabah di tingkat petani, Amran mengaku pihaknya akan berupaya mencari solusi terbaik. Selain itu juga pemerintah tetap mengedepankan serapan gabah dari para petani.

Dia juga mengatakan, selain padi, akan digencarkan penanaman jagung karena tingkat permintaan jagung yang mulai meningkat untuk pasar ekspor. Pemerintah pusat merencanakan untuk membantu bibit jagung di Kabupaten Ngawi sebanyak 20 ribu hektar dan alat-alat pertanian.

“Rencananya akan kita beri alat dan benih jagung 20 ribu hektar, ini meningkat karena sebelumnya untuk Ngawi mendapatkan bantuan bibit 7 ribu hektar,” tandasnya. (nal/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat