BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Menjadi Guru yang Berkarakter

Suara Netizen   Dibaca : 463 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Menjadi Guru yang Berkarakter
Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Oleh : Wijaya Kurnia Santoso (Praktisi Pendidikan)

 

Pembahasan tentang guru selalu menarik untuk diperbincangkan. Di Indonesia, akhir-akhir ini guru menjadi “buah bibir” yang cukup menyedot banyak perhatian publik. Mulai dari tanggung jawabnya tentang kemerosotan moral peserta didik, menggugat profesionalismenya, ribetnya sertifikasi guru dan lain sebagainya. Di luar itu semua, guru adalah salah satu ujung tombak pendidikan. Ditengah berbagai serangan invasi budaya barat, guru mempunyai peran sebagai kunci pendidikan. Artinya, guru memiliki andil sebagai filter budaya sekaligus berperan mengantarkan suksesi masa depan peserta didik. Jika guru sukses mendidik maka kemungkinan besar murid-muridnya akan meraih kesuksesan pula.

Kesuksesan yang diraih oleh Imam Syafi’i tidak bisa dipisahkan dari peran guru-guru beliau, khususnya Imam Malik. Begitu pula dengan kesuksesan KH. Hasyim Asy’ari yang tidak bisa lepas dari peran guru-guru beliau, khususnya Syekh Kholil, Bangkalan Madura. Peran guru sangatlah vital sebagai pembentuk kepribadian, visi, misi serta cita-cita anak didiknya di masa mendatang. Di balik kesuksesan yang diraih oleh murid, selalu ada peran guru dibalik kesuksesan itu.

Guru adalah pendidik, bukan sekedar pengajar. Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi lebih dari itu, yakni mendidik. Mendidik bukan hanya sekedar mentransfer ilmu, tetapi menjadi contoh teladan, menumbuhkan karakter dan sumber inspirasi bagi para peserta didik. Profesi guru sama pentingnya dengan profesi dokter maupun apoteker. Apabila ada apoteker dan dokter melakukan malpraktik dalam bidangnya, maka bisa berdampak pada pasien mengalami cedera, cacat permanen dan bahkan kematian. Sangat mengerikan bukan?. Seandainya malpraktik itu terjadi di dunia pendidikan dan dilakukan oleh para guru betapa lebih mengerikannya hal yang akan terjadi. Ya, malpraktik pendidikan. Dampak dan bahayanya lebih mengerikan dibanding malpraktik kesehatan. Karena yang dibentuk dalam pendidikan ini adalah individu yang nantinya menjadi bagian dari masyarakat, terlebih lagi peserta didik yang sekarang ini menjalani proses pendidikan, nantinya 20-30 tahun mendatang akan menjadi pemimpin negeri ini. Jika output yang dihasilkan adalah orang-orang yang tidak memiliki mental pemimpin dan negaran serta tidak memiliki kepribadian yang baik, maka nasib bangsa ini ke depan akan terancam. Oleh karena itu, dalam proses mendidik harus dilakukan dengan serius, tidak boleh disepelekan. Para pendidik pun juga harus siap dan mau memantaskan diri menjadi seorang pendidik (baca: guru) yang baik. Guru harus bisa bertindak profesional, tidak hanya memiliki gelar sarjana saja tapi juga harus memiliki karakter pendidik yang tertanam dalam diri dan jiwanya. Kampus-kampus yang menelurkan para guru, selain membekali dengan ilmu profesional, juga harusnya membentuk karakter para calon guru sehingga siap diterjunkan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik nantinya.

Halaman
1 2 3
Editor
KOMENTAR