FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Usai Cekcok dengan Sopir Truk, Warga Blokade Jalan Masuk Pabrik Karet di Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 601 kali Jurnalis:
Usai Cekcok dengan Sopir Truk, Warga Blokade Jalan Masuk Pabrik Karet di Mojokerto
Sebuah truk kontainer yang dirusak warga di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Tabu (8/3/2017). Foto : Ivi/FaktualNews

Sebuah truk kontainer yang dirusak warga di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Tabu (8/3/2017).
Foto : Ivi/FaktualNews

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ratusan warga di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, melakukan aksi blokade jalan masuk ke pabrik pengolahan karet milik PT Bumi Nusa Makmur (BNM), di desa setempat.

Tak hanya itu, sebuah truk kontainer bernopol L-8786-UY mengalami pecah kaca. Itu setelah kericuhan terjadi antara pengemudi truk dengan warga yang melarang kontainer melintas di jalan desa dengan memasang portal.

“Kejadiannya sekira pukul 15.00 WIB. Truk itu melaju dari arah utara ke selatan hendak masuk ke pabrik karet. Sebelumnya sudah dihadang warga untuk tidak melintas, karena jalan ini memang tidak boleh dilintasi kontainer,” kata Imran (40), salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Rabu (08/3/2017).

Aksi penghadangan warga itu bukan tanpa alasan. Hal itu dipicu oleh rasa jengkel dengan keberadaan pabrik pengolahan karet yang ada di Desa Medali, Kecamatan Puri. Saat ini pabrik tersebut sedang bersengketa dengan Pemkab Mojokerto. Setelah pemkab mengeluarkan SK Pencabutan izin HO pabrik.

“Ini jalan kelas III, tidak boleh dilintasi kontainer. Selain itu, muatan kontainer juga mengeluarkan bau busuk, seperti tinja. Maka itu warga keberatan dan memasang portal sebagai bentuk larangan,” imbuhnya.

Namun, sekira pukul 15.00 WIB, sopir kontainer warga hijau itu nekat hendak menerobos kerumunan warga dan merobohkan portal. Kericuhan pun tak terhindarkan. Warga melakukan perlawanan dengan menutup jalan menggunakan batang pohon pisang.

”Tadi ngotot, katanya mau menabrak portal, sehingga ricuh. Saya tidak tahu bagaimana, mendadak ada batu yang dilempar ke kontainer dan mengenai kaca, sehingga pecah. Untung tadi ada polisi, kalau tidak bisa tambah ricuh tadi,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Abdul Mujib (55), warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Kekesalan warga ini dipicu oleh lalu-lalang truk kontainer yang setiap hari melintas di jalan penghubung antar desa itu. Padahal, jalan tersebut tidak laik dilintasi kontainer.

“Setiap hari, ada puluhan kendaraan kontainer pengangkut bahan baku karet dari luar jawa. Masyarakat tidak terima karena jalannya dirusak. Lihat saja, sepanjang jalan ini sudah rusak parah, lubang dimana-mana. Selain itu juga menimbulkan bau,” sambungnya.

Selain itu, kericuhan ini juga dilatarbelakangi ulah sopir truk kontainer itu sendiri. Sebab, warga berupaya untuk mengingatkan, sang sopir tidak mengindahkan. Namun justru mengancam akan menabrak portal besi yang dipasang warga sejak malam kemarin, Selasa 7 Maret 2017.

“Sebenarnya bukan warga yang anarkis. Karena mereka mengancam akan menabrak (portal) menggunakan truk kontainer, akhirnya warga kompak dan menghadang,” terangnya.

Menurut Mujib, aksi blokade ini tidak hanya dilakukan warga Desa Medali. Melainkan ratusan warga dari desa-desa lain di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Anatara lain, warga Desa Sumolawang, Balongmojo, Brayung dan warga Desa Puri.

“Rencananya warga akan memasang portal lagi di sebelah selatan, karena memang ini menyalahi aturan. Sekali lagi, warga tidak terima jalannya rusak karena dilintasi kontainer-kontainer ini,” pungkasnya.

Pantauan FaktualNews di lokasi, hingga pukul 17.30 WIB, ratusan warga masih bertahan dan memblokade jalan raya. Para pengguna jalan dialihkan ke jalur lain dan masuk ke perkampungan warga. Sementara itu, puluhan anggota polisi bersenjata tampak berjaga-jaga dilokasi.

Hal itu menimbulkan bau busuk karena kendaraan tersebut mengangkut bahan baku karet. “Bau yang ditimbulkan juga menjadi penyebab warga menolak. Sudah bau dari pabrik kemudian ditambah bau dari lalu-lalang kontainer itu, sehingga warga terus menolak jika kontainer-kontainer itu melintas di jalan ini,” paparnya.

Saat ini, lanjut Mifta, Pemkab Mojokerto sudah mengeluarkan SK pencabutan Izin HO PT BNM. Namun, hingga kini pabrik tersebut masih terus melakukan operasi produksi. Kendati PT BNM saat ini tengah menempuh jalur hukum terkait dengan pencabutan Izin HO pabrik.

“Seharusnya jelas. SK sudah turun dan di dalamnya tertera jika setelah SK ini diturunkan wajib hukumnya pabrik menghentikan proses produksi. Tapi buktinya saat ini masih produksi,” pungkasnya. (ivi/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat