FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bupati Nyono Dampingi Menkes Luncurkan Gerakan “AMIR”

Jombang Kita     Dibaca : 520 kali Jurnalis:
Bupati Nyono Dampingi Menkes Luncurkan Gerakan “AMIR”
Dari kiri, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Menkes Nila Juwita Moloek, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat peluncuran gerakan AMIR di RSUD Jombang, Sabtu (11/3/2017). Foto : S Arif/FaktualNews

Dari kiri, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Menkes Nila Juwita Moloek, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat peluncuran gerakan AMIR di RSUD Jombang, Sabtu (11/3/2017).
Foto : S Arif/FaktualNews

JOMBANG, FaktualNews.co – Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko mendampingi Menteri Kesehatan RI, Nila Juwita Moloek luncurkan gerakan “Ayo Minum Air (AMIR)” di RSUD Jombang, Sabtu (11/3/2017).

Saat memberikan sambutan, Bupati Nyono meminta salah satu siswa SD mendampinginya diatas panggung untuk menyampaikan pidato. Tak pelak, siswa kelas satu itu dituntun oleh orang nomor satu di Pemkab Jombang itu untuk menyampaikan terimakasih kepada Menkes. “Assalamualaikum, terimakasih ibu menteri,” ujar siswa tersebut setelah beberapa kali hanya mengucapkan kata “terimakasih” saja.

Hingga akhir sambutan, sang siswa tetap berada di samping kiri Bupati Nyono. Aksi Ketua DPD Golkar Jatim bersama sang siswa inipun terbilang langka. Bahkan menjadi perhatian hadirin ketika itu. Sesekali tepuk tangan dari hadirin pun bergemuruh.

Dalam sambutannya, Bupati Nyono menyampaikan terimakasih kepada Menkes sudah menjadikan Jombang sebagai lokasi peluncuran gerakan AMIR. “Kami bersyukur di Jombang menjadi pilihan untuk peluncuran gerakan AMIR. Tentu kami berharap dengan gerakan ini masyarakat disini bisa semakin sehat. Terimakasih kepada ibu menteri,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dalam mendukung program kesehatan, pihaknya sudah menganggarkan 11,47 persen dari total APBD tahun 2017. “Terimakasih juga untuk program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jombang. Perlu kami laporkan ibu, bahwa selain KIS, kami melalui APBD juga sudah memiliki program KJS (kartu jombang sehat) dengan anggaran sekitar Rp 15 miliar. KJS ini untuk warga kurang mampu yang tidak tercover KIS,” jelasnya.

Selanjutnya, Nyono juga membeberkan, dalam mendukung program kesehatan, Pemkab Jombang sudah memberikan bantuan mobil siaga desa (MSD) untuk 302 desa dan 4 kelurahan. “Jadi, semua desa dan kelurahan bisa dengan mudah melayani masyarakat ketika hendak berobat ke puskesmas maupun ke RSUD,” tandasnya.

Sementara itu, Menkes Nila dalam sambutannya mengatakan, air sangatlah penting untuk menghindari segala macam penyakit, terutama bagi penderita gagal ginjal. Pada penderita sakit ginjal, bisa sampai dilakukan cuci darah.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah menyerap angka hampir sekitar 2 triliunan data yang diperoleh dari BPJS. “Sakit gagal ginjal bisa cuci darah minimal 1 kali seminggu bahkan bisa 2 kali seminggu. Sebagaimana hasil penelitian sakit gagal ginjal umumnya dipicu perilaku kurangnya minum air.

Menurut Menkes, untuk gerakan AMIR ini sengaja mulai ditanamkan kepada anak-anak sejak dini supaya bisa terbiasa dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi, gerakan AMIR ini kami mensosialisasikan minum air minimal 6 gelas per hari. Maka, kami mengajak masyarakat untuk mulai mengajarkan hidup bersih dan minum air,”kata Menkes.

Peluncuran gerakan AMIR ini ditandai dengan minum air bersama-sama dengan puluhan anak SD di Kota Jombang. Setelah itu, Menkes bersama Bupati Nyono dan pejabat lain menuliskan pesan untuk gerakan minum air. (oza/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
Tim Redaksi FN
Tags