BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Cium Aroma Penyimpangan Dana BOS, Kejari Lamongan Periksa UPT Disdik dan Kepsek

Kriminal   Dibaca : 485 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Cium Aroma Penyimpangan Dana BOS, Kejari Lamongan Periksa UPT Disdik dan Kepsek
ilustrasi

ilustrasi

LAMONGAN, FaktualNews.co – Kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa bisa diukur berdasar kemampuannya dalam menata serta menyediakan pendidikan bagi warganya. Oleh sebab itu, pemerintah telah mengeluarkan satu paket kebijakan baru berupa kompensasi atas kenaikan harga BBM atau yang disebut biaya operasional sekolah (BOS).

Pemberian dana BOS bertujuan untuk membebaskan segala bentuk pungutan atau sumbangan serta iuran yang dibebankan kepada siswa sehingga mereka memperoleh layanan pendidikan yang lebih bermutu. Namun, kenyataan yang terjadi, penyaluran dana BOS diduga menyimpang atau diselewengkan. Salah satunya penggelembungan jumlah siswa agar bisa dapat dana BOS yang banyak. Bahkan adanya turut campur instasi lain dalam pengelolaan dana BOS selain dari pihak sekolah.

Baca Juga:  Anak Petani Lamongan Lulusan Terbaik AAL, Ingin Jadi KSAL

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA

[/box]

Penyalahgunaan wewenang dana BOS ini tentunya merugikan negara. Tak heran jika diam-diam Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan tengah membidik kasus dugaan penyelewengan dana bantuan bagi siswa ini. Saat ini, korps Adhyaksa melakukan pemeriksaan terhadap beberapa Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kepala sekolah.

Baca Juga:  Gila, Pelajar SMP di Lamongan Setubuhi Pacarnya di Kamar Mandi Sekolah Hingga Hamil 7 Bulan

“Hari ini kami memeriksa satu dari UPT Disdik yang sebelumnya beberapa UPT dan Kepala Sekolah sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Heri Purwanto, Senin (13/3/2017).

Menurut Heri, pemeriksaan yang dilakukan penyidi terhadap UPT Disdik dan kepala sekolah ini terkait dugaan Penyimpangan dana BOS tahun 2012-2014. Itu setelah Kejari mencium adanya kejanggalan dalam realisasi bantuan bagi siswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu.

Baca Juga:  'Dihajar' Kereta Beneran, Kereta Kelinci di Lamongan Ringsek

“Untuk yang kita tangani saat ini kasus dugaan penyelewengan dana BOS dan Serifikasi Guru,” tandasnya.(sol/ivi)

Editor
KOMENTAR