FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mayat Bayi Terbungkus Seragam di dalam Kardus Gegerkan Warga Sampang

Kriminal     Dibaca : 478 kali Jurnalis:
Mayat Bayi Terbungkus Seragam di dalam Kardus Gegerkan Warga Sampang
Ilustrasi

ilustrasi

SAMPANG, FaktualNews.co – Entah apa yang ada di benak kedua orang tua bayi malang di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ini. Bagaimana tidak, pasangan yang belum diketahui identitasnya ini tega membuang bayi mungil hingga membuatnya terbunuh.

Informasi yang dihimpun, mayat bayi itu ditemukan pertama kali oleh seorang bocah bernama Tuki (11) yang sedang bermain di area pemakaman desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (15/3/2017).

Saat itu, ia menginjak tanah yang gembur, Tuki bersama teman-temannya menggali tanah itu. Namun mereka kaget ternyata di dalam tanah itu ada mayat bayi terbungkus seregam sekolah dan diletakkan di dalam kardus. Mendapati hal itu, ia pun lantas melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar.

“Tadi saya dan teman-teman main di tempat itu. Kemudian tidak sengaja tanah yang saya injak itu amblas. Karena penasaran saya dan teman-teman menggalinya, ternyata ada mayat adek kecil,” kata Tuki kepada awak media, Selasa (15/3/2017).

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA

[/box]

Sementara itum, Hasan, staf kantor Kecamatan Camplong, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat bayi tersebut. “Bocah-bocah itu takut setelah melihat mayat bayi, mereka berlarian pulang dan memberitahu kepada warga,” terang Hasan.

Pantauan di lokasi, setelah warga dan aparatur desa berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka lantas melaporkan penemuan mayat bayi laki-laki tersebut ke aparat kepolisian setempat. Selanjunta, jasad bayi tak berdosa itu dibawa ke RSUD setempat untuk dilakukan otopsi.

Dugaan sementara, bayi malang itu adalah hasil hubungan gelap oleh pasangan pelajar. Sebab, mayat bayi itu ditemukan terbungkus baju seragam sekolah. Hingga saat ini belum diketahui siapa orang tua bejat yang tega membuang bayi tersebut.(jie/ivi)

Editor
Z Arivin