FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Miris, Warga Miskin Kesulitan Biaya Persalinan

Peristiwa     Dibaca : 603 kali Jurnalis:
Miris, Warga Miskin Kesulitan Biaya Persalinan
Ilustrasi

Ilustrasi

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Ratusan warga miskin di desa Sumbernongko, Ngusikan, Jombang, Jawa Timur, yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) sampai saat ini belum menerima manfaat “Kartu Sakti” tersebut. Karena pembagian KIS masih “ditahan” oleh Pemerintah Desa setempat.

Akibatnya, masyarakat harus menanggung biaya pengobatan yang lebih mahal. Seperti yang dialami Sulistiono (40), warga Dusun Mernung Kidul, Desa Sumbernongko, keluarganya sampai saat ini belum menerima KIS padahal dirinya sangat membutuhkannya. Karena, saat ini istrinya sedang melahirkan melalui operasi cesar.

“Istri saya melahirkan di rumah sakit melalui operasi, biayanya sangat mahal kalau tidak menggunakan KIS darimana lagi uang untuk biaya persalinan ini mas. Sudah setahun lebih KIS belum dibagikan oleh kepala desa padahal, saya terdaftar sebagai penerima manfaat kartu tersebut,” jelasnya kepada FaktualNews.co, Sabtu (18/3/2017).

BACA JUGA :

Ia menuding, sebagian warga yang sudah menerima KIS di desa Sumbernongko itu rata-rata merupakan pendukung Kades saat pemilihan beberapa waktu lalu. “Saya heran kenapa kartu dari pemerintah pusat untuk kami (warga miskin), tidak dibagikan semua. Padahal itu bukan hanya hak mereka saja (pendukung kades),” ungkap Sulistiono.

“Kepala Desa tidak adil dalam membagi KIS. Kasihan warga seperti saya yang kini sangat membutuhkan uang buat keluarga. Kebutuhan seperti tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya.

Sulistiono berharap Pemerintah Daerah agar turun kelapangan untuk menyelesaikan permasalaha ini. “Harusnya Pemkab Jombang turun tangan untuk menyelesaikan persoalan pembagian KIS di desa kami,” pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dusun Mernung Kidul, Sumbernongko, Riyanto mengatakan, di dusun setempat memang ada sebagian warga yang belum menerima kartu KIS sekitar lima orang. Namun, dirinya tidak mau menjelaskan alasannya.

“Saya ikut saja mas untuk pembagian kartunya,” ujarnya singkat, Sabtu (18/3/2017)

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikam, melakukan aksi unjuk rasa di Balaidesa setempat, Jumat (10/3/2017). Mereka menuntut pembagian rata kartu Indonesia sehat (KIS). Program KIS untuk masyarakat desa ini sudah tertahan satu tahun. (mjb1/rep)

Editor
Saiful Arief