BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co
verifikasi dewanpers faktualnews

193 Lembaga Lintas Kota Surati Kapolres Jombang, Desak Tuntaskan Kasus Pemerkosaan Bocah Wonosalam

Kriminal   Dibaca : 613 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
193 Lembaga Lintas Kota Surati Kapolres Jombang, Desak Tuntaskan Kasus Pemerkosaan Bocah Wonosalam
Ibu beserta korban pemerkosaan, warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Foto : Istimewa

JOMBANG, FaktualNews.co – Kasus pemerkosaan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), 13, bocah asal Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang dilaporkan ke Mapolres setempat bulan Maret 2016 lalu menuai perhatian dari 193 lembaga dari berbagai kota di Indonesia.

Ratusan lembaga yang mendukung langkah Jaringan Indonesia Beragam itu prihatin atas kasus yang kini hanya satu dari lima pelaku, yang berhasil ditangkap polisi. Sebagai bentuk dukungan supaya kasus tersebut segera diungkap dengan seadil-adilnya, lembaga ini mengirim surat kepada Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto.

Ruby Kholifah, Juru Bicara Jaringan Indonesia Beragam, dalam keterangan tertulisnya yang diterima FaktualNews, Minggu (19/3/2017) menyatakan, berkenaan dengan kekerasan seksual, pihaknya sangat prihatin karena maraknya kasus ini belum diimbangi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Padahal kekerasan seksual merupakan kejahatan yang luar biasa bagi perempuan dan menimbulkan berbagai dampak baik secara fisik, psikologis  (truma dalam dan panjang) maupun ekonomi.

“Salah satu kasus yang menjadi concern kami adalah kasus perkosaan yang saat ini sedang diproses secara hukum di Polres Jombang dengan Tanda Bukti Lapor No.843/2016,” ujar Kholifah.

Lebih lanjut Kholifah mengatakan, pihaknya melihat bahwa proses penyelesaian kasus tersebut sudah berjalan hampir satu tahun dan sangat mengapresiasi kerja dari pihak Polres Jombang yang telah berhasil menangkap satu dari lima pelaku.

“Namun proses hukum belum berjalan maksimal untuk memberikan keadilan bagi korban. Padahal dalam proses penyelidikan sudah sangat jelas terbukti bahwa yang menjadi pelaku perkosaan ada lima pelaku yang tak lain adalah teman sepermainan dan tetangga dari korban,” lanjutnya.

Kholifah menilai, sampai saat ini, Polres Jombang masih membiarkan empat pelaku lainnya bebas dan belum bertindak tegas untuk menangkapnya.

“Oleh karena itu, kami menulis surat ini sebagai bentuk dukungan kepada Polres Jombang,” bebernya.

Dalam surat yang ditulis ratusan lembaga tersebut, poin pertama yakni mendukung Polres Jombang memproses kasus Perkosaan dengan pelaku yaitu IM, ARS, AR, HR dan UB dengan Tanda Bukti Lapor No. 843/2016 dengan adil, transparan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kedua yaitu Polres Jombang hendaknya mempertimbangkan akibat yang harus ditanggung korban selama ini. Mengingat perbuatan yang dilakukan pelaku berdampak serius bagi korban baik secara fisik, psikis, seksual maupun sosial. Lebih-lebih akibat yang harus ditanggung korban sepanjang hidupnya. Jika tidak ada tindakan tegas maka masyarakat akan menganggap perkosaan itu bukan tindakan kriminal dan tindakan ini akan terus berlangsung.

Selanjutnya, point ketiga yakni meminta Polres Jombang menjatuhkan sanksi yang berat kepada tersangka karena perbuatan yang dilakukan pelaku adalah perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. Karenanya dianggap sudah sepantasnya terdakwa mendapat sanksi yang berat yakni maksimal 12 tahun penjara sebagaimana tertuang dalam pasal 285, pasal 286 dan pasal 294 KUHP.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR