FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polisi Selidiki Kematian Misterius Sopir Trevel Mini Bus di Guluk-Guluk Sumenep

Kriminal     Dibaca : 528 kali Jurnalis:
Polisi Selidiki Kematian Misterius Sopir Trevel Mini Bus di Guluk-Guluk Sumenep
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi. Foto : Anjie/Faktualnews

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.
Foto : Anjie/Faktualnews

SUMENEP, FaktualNews.co – Jajaran Polres Sumenep masih melakukan penyelidikan atas tewasnya sopir trevel mini bus dengan luka bersimbah darah di Bukit Dampol Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk,  Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,  pada Jum’at (17/3/2017) lalu.

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Kepolisian Resort Sumenep, ditemukan beberapa kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP), sehingga korp bayangkara ini mencium aroma penganiayaan dan pembunuhan berencana terhadap korban.

“Kami sudah mengamankan beberapa barang bukti (BB) yang mengarah pada indikasi pembunuhan, pertama ditemukan batu di TKP dengan bercak darah diduga digunakan pelaku. hasil visum pada luka korban dan posisi korban yang berada di jok depan, aneh itu,” ujar Suwardi kepada FaktualNews.co, Kamis (23/3/2017).

Dijelaskan mantan Kapolsek Giligenting ini, hingga kini aparat penegak hukum masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung dan informamsi dari sejumlah saksi untuk mengungkap motif dari dugaan pembunuhan ini. 

“Masih harus kita dalami mas, sabar ya kasus ini pasti kita ungkap nanti, kami masih mendalami motifnya,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, mini bus dengan nomor Polisi M-7147-UG yang dikemudikan Su’it ditemukan warga dipinggir jalan penghubung Desa Bragung, Kecamatan Guluk-guluk dengan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan sekitar jam 05.00 pagi tadi, Jum’at (17/3/2017) lalu.

Berdasarkan informasi di tempat kejadian perkara (TKP), pria tersebut merupakan warga Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten, dan diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

“Sebab, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dalam posisi telentang di jok depan mobil,” kata salah satu warga setempat, Achmad Mubarok. (jie/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat