FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hadiri Pelantikan ISNU Jombang, Awi: Waspada Kabar Hoax Menjelang Pilkada Jatim

Politik     Dibaca : 451 kali Jurnalis:
Hadiri Pelantikan ISNU Jombang, Awi: Waspada Kabar Hoax Menjelang Pilkada Jatim
Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/3/17). FaktualNews.co/R Suhartom/17

Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/3/17). FaktualNews.co/R Suhartom/17

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono menyarankan masyarakat agar lebih teliti ketika membaca berita yang beredar di media sosial. Sebab kabar hoax merupakan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan bisa merusak tatanan hidup masyarakat.

“Masyarakat di Jombang harus lebih pandai dalam menyikapi kabar hoax yang banyak beredar, sebentar lagi di Jawa Timur mendekati Pilkada, hati-hati dengan kabar hoax,” katanya saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Jombang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/3/17).

BACA JUGA :

Awi meminta publik untuk membaca berita dari media yang sudah jelas dan berbadan hukum. Sebagai antisipasi penyebaran isu yang hanya memecah belah dan mengadu domba. “Lihat medianya, amati, selanjutnya baru baca beritanya,” ungkapnya.

Kabar hoax dan provokasi, menurutnya memang menjadi marak ketika menjelang momen pilkada, hanya untuk kepentingan sebagian golongan. Untuk mendeteksi kabar  hoax maka cukup lihat media mainstream, jika disana tidak ada kabar tersebut, maka bisa dipastikan adalah bohong.

“Ada 132,7 juta pengguna internet di Indonesia. Bahkan kita nomor 4 tingkat Asia dan 6 besar di dunia dalam penggunaan internet, 54 persen nya ada di media sosial Facebook. Kalau tidak pandai menyikapi maka tatanan negara ini akan rusak,” pungkas Awi. (mjb1/rep)

Editor
R.M. Gawat
Tags