FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pesta Miras Oplosan Berhari-Hari, Pemuda di Sumenep Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan

Kriminal     Dibaca : 444 kali Jurnalis:
Pesta Miras Oplosan Berhari-Hari, Pemuda di Sumenep Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto : FaktualNews/Anjie

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Foto : FaktualNews/Anjie

SUMENEP, FaktualNews.co – Seorang pemuda ditemukan tewas disalah satu kamar kontrakan yang terletak di Jalan Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.

Pemuda tersebut diketahui bernama Hariyono (22) warga Dusun 1 Karangkonga, Desa Saseel, Kecamatan/Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meninggal dunia usai pesta minuman keras (miras) jenis oplosan sekitar 1 liter lebih.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi menjelaskan, empat hari sebelumnya Haroyono sempat bertengkar dengan istrinya yang diduga karena salah faham.

“Sejak itulah, Hariyono meninggalkan isterinya di rumah kontrakan Jln Urip Sumoharjo Desa Pabian Kecamatan Kota, dan memilih tinggal di kontrakan temannya Fajri,” katanya, Rabu (29/3/2017).

Kemudian pada Minggu 26 Maret 2017 sekitar pukul 13.00 hingga pukul 17.00 Wib korban bersama lima temannya, yakni Khoirullah, Ilham, Fajri, dan Wafi serta Irfan membeli minuman beralkohol yakni anggur merah 2 botol, anggur putih 2 botol dan bir Balige 2 botol.

“Pesta meras itu dilakukan di kontrakan temennya yang bernama Khoirullah,” sambung Suwardi.

Menurut mantan Kapolsek Giligenting ini, pesta miras pertama itu ternyata tidak membuat Hariyono tenang menghadapi masalah yang dirundung selama ini, sehingga ke esokan harinya, Senin 27 Maret 2017 sekitar pukul 19.00 hingga pukul 21.00 WIB korban bersama Khoirullah kembali pesta miras oplosan sebanyak 1 liter spirtus dengan 10 gelas Ale-Ale rasa strawberry.

Barulah setelah pesta kedua kalinya korban tertidur pulas di kontrakan Khairullah Jln Barito Desa Pandian Kecamatan Kota.

“Dia baru bangun sekitar pukul 03.00 WIB, namun setelah bangun dia muntah-muntah dan tertidur kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut Suwardi mengatakan, baru sekitar pukul 15.00 WIB korban bangun dari tidurnya namun masih dalam kondisi mabok, setelah itu teman korban Khoirullah menghubungi Fajri agar menjemput korban karena kondisinya sangat lemah.

“Tidak lama kemudian, Fajri menjemput korban dan dibawa ke kontrakannya Fajri yang terletak di Jl. Teuku Umar, Desa Pandian Kecamatan Kota. Sesampainya di kontrakan Fajri, korban dibiarkan tidur di kamar kosong,” imbuhnya panjang lebar.

Namun alangkah terkejutnya, sekitar pukul 18.00 WIB mulut korban diketahui mengeluarkan busa, bahkan saat dipanggil beberapa kali korban sudah tidak merespon. Melihat kondisi itu, Fajri menjemput Khoirullah dan Ilham ke kontrakannya. Tujuannya ingin membawa korban ke rumah sakit.

“Lalu dia bertiga membawa korban ke Puskesmas dengan menggunakan becak, tapi sesampainya di Puskesmas Pandian sudah dinyatakan meninggal dunia,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumenep. “Katanya dia mahasiswa, apakah masih aktif atau tidak kurang faham. Karena teman-temanya masih shock,” tegasnya. (jie/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Editor
R.M. Gawat