FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Usai Catur Brata Penyepian, Umat Hindu di Jombang gelar upacara Ngembak Geni

Peristiwa     Dibaca : 608 kali Jurnalis:
Usai Catur Brata Penyepian, Umat Hindu di Jombang gelar upacara Ngembak Geni
Umat Hindu memanjatkan doa saat upacara Ngembak Geni dan Dharmasanti. Prosesi upacara berlangsung di Pura Amarta Buana di Dusun Ngepeh, Ngoro, Jombang, Jawa Timur, Rabu (29/3/2017). FaktualNews.co/R Suhartomo/
Upacara Ngembak Geni

Umat Hindu memanjatkan doa saat upacara Ngembak Geni dan Dharmasanti. Prosesi upacara berlangsung di Pura Amarta Buana di Dusun Ngepeh, Ngoro, Jombang, Jawa Timur, Rabu (29/3/2017). FaktualNews.co/R Suhartomo/

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Umat Hindu di Jombang, hari ini menggelar upacara Ngembak Geni dan Dharmasanti. Prosesi upacara berlangsung di Pura Amarta Buana di Dusun Ngepeh, Ngoro, Jombang, Jawa Timur, Rabu (29/3/2017).

Ketua Yayasan Pura Amarta Buana, Sukirno mengatakan, Ngembak Geni dan Dharmasanti merupakan serangkaian upacara Perayaan Nyepi Tahun Saka 1939. Acara ini merupakan penutupan dari Nyepi yang beberapa kegiatannya telah dilaksanakan sebelumnya.

“Upacara Ngembak Geni ini merupakan ungkapan saling maaf-memaafkan sesama umat, untuk selanjutnya memulai perjalanan hidup baru,” jelasnya.

Selama perayaan Nyepi, kata Sukirno, umat Hindu telah melaksanakan beberapa tahapan yakni Jalan Puja (Melasti), Tawur Kesange, Catur Bratra dan ditutup dengan Ngembak Geni.

BACA JUGA :

Jalan puja (Melasti) merupakan penyucian jiwa dilakukan dengan mandi di laut. Dalam keyakinan Hindu, laut sebagai pembersih karena apapun yang sudah ke laut akan ternetralisir.

Pecaruan atau Tawur Kesange yakni prosesi memberikan sesaji kepada makhluk-makhluk seperti butakala sebagai persembahan. Dalam prosesi itu juga dilakukan pembakaran Butakala yang ada di dalam hati dalam bentuk Ogoh-ogoh Butakala.

“Kemarin baru dilaksanakan Catur Brata penyucian diri yang dilakukan di rumah, tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian dan tidak bersenang-senang. Fokus pada Sang Hyang Widi,” ujar Sukirno.

Prosesi Ngembak Geni dilanjutkan Dharmasanti didahului dengan serangkaian berbagai doa. Setelah melakukan sembahyang umat Hindu membawa pulang aneka sesaji berupa buah-buahan serta makanan. “Hal ini sebagai pertanda puasa telah usai,” pungkasnya. (Oni/rep)

Editor
Saiful Arief