FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ingin Jadi Dosen, Pengakuan Polos Haikal Bocah 3 Tahun Terlahir Tanpa Tangan

Nasional     Dibaca : 1481 kali Penulis:
Ingin Jadi Dosen, Pengakuan Polos Haikal Bocah 3 Tahun Terlahir Tanpa Tangan
Haikal bocah yang terlahir tanpa lengan mampu menjadi sosok inspiratif. foto : istimewa

Haikal bocah yang terlahir tanpa lengan mampu menjadi sosok inspiratif. foto : istimewa

BANDAACEH, FaktualNews.co – Muhammad Haikal (3,8) namanya. Putra pertama dari pasangan Indra Purnama (31) dan Nur Aida (27) warga Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.kulitnya putih bersih berwajah ganteng, namun Tuhan berkehendak lain. Ia terlahir dengan kondisi fisik tak sempurna. Haikal tidak memiliki kedua tangan bawaan sejak dalam kandungan.

Kendati memiliki keterbatasan, Haikal mampu memberikan pelajaran berharga bagi sekelilingnya. “Nama saya Haikal, umur 3 tahun,” ucap Haikal yang mengenakan celana pendek berbaju kaos dengan lengan pendek, menyapa wartawan yang berusaha mewawancarainya.

“Saya ingin sekolah di Sekolah umum dan jika besar nanti ingin jadi tentara atau dosen,” ungkap polos Haikal sambil tersenyum manis. Selain pintar bicara, Haikal juga pintar menghitung dari nomor satu sampai sepuluh. Ia juga pintar menghafal doa sebelum tidur. Tak hanya itu, meski baru berumur 3,8 tahun. Ia juga sudah mandiri. Ia bisa makan, minum, dan mandi sendiri menggunakan kedua kakinya. Termasuk belajar menulis dengan mengapit pulpen di jari induk kaki kirinya.

“Hanya memakai baju yang harus dibantu, tapi ia terus belajar memakainya sendiri,” ungkap Nur Aida, ibunda Haikal. Semua kebiasaan Haikal ini, jelas Nur Aida, tidak ia ajarkan melainkan muncul dari kemampuannya sendiri. Bahkan, ia sendiri mengaku terharu dengan kemampuannya anaknya yang serba bisa saat berusia dua tahun.

Melihat kemampuan sang anak yang bisa beradaptasi lebih cepat dari perkiraan, Indra, sang ayah berkeinginan menyekolahkan Haikal di TK setempat, saat dia berumur 4 tahun. Impian Haikal untuk bisa sekolah umum pun berusaha diwujudkan sang ayah. “Semoga Haikal tidak minder dengan teman-temannya,” sebut Indra.

Meski terlahir dengan keterbatasan fisik, namun kedua orangtuanya mengaku bangga dengan anak Haikal.”Saya ingin Haikal sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Nur Aida. Sejak mengetahui Haikal lahir dengan kondisi keterbatasan fisik ia ikhlas menerima takdir. Ia yakin Haikal merupakan amanah yang harus disyukuri dan diasuh dengan baik.

“Allah maha adil, maha pengasih dan penyayang. Dalam kekurangannya Haikal punya banyak kelebihan. Ia jarang sakit, jarang nangis, bahkan rezekinya dan rezeki kami selalu ada,” kata Nur Aida. Ada satu impian Haikal yang bagi masyarakat umum cukup mudah dicapai.

Haikal menginginkan ipad. Ipad ini menurut Haikal bakal digunakan sebagai media dia untuk belajar dan mengenal lebih luas dunia. Indra yang berprofesi sebagai buruh kasar pun terus berupaya menabung untuk mewujudkan permintaan si buah hatinya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Adi Susanto
Sumber
serambinews.com