Peristiwa

Pencarian Korban Longsor Nganjuk Libatkan Paranormal

Petugas gabungan melakukan proses pencarian korban longsor menggunakan penyemport air di di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (12/4/2017). FaktualNews.co/Oni Suhartomo/17

NGANJUK,FaktualNews.co – Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan 5 korban longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Hingga hari kedua sejak ditetapkan masa tanggap darurat, Rabu (12/4/2017) jasad korban belum ditemukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nganjuk, Sukoyono lewat kordinator lapangan Pass Intel Kodim 0810/Nganjuk Kapten Inf Suwoto, ditemui di lokasi mengatakan telah meminta bantuan Paranormal Nganjuk.

Namun demikian, paranormal ini tidak berkenan disebutkan namanya. “Selain meminta bantuan kepada Tuhan, kearifan lokal juga harus kita pakai Lumantar kalau istilah jawanya,” kata suwoto ditemui di lokasi.

Pagi sekitar pukul 07.00 Wib paranormal tersebut mendatangi lokasi longsor yang berada di titik nol lokasi longsor. Di tempat itu, ia mediasi mendeteksi korban yang terkubur untuk segera digali.

“Tadi saya meminta menggali tanah di lokasi ini dan memang ada Ibu dan anak yang terkubur sambil menangis menyatakan korban terpendam,” katanya.

Dari penerawanagan sang paranormal, kata suwoto, lokasi para korban disuruh magari 1 meter tapal kuda. Namun tidak diketahui secara pasti lokasi detailnya. “Katanya, lokasi korban yang tertimbun tidak terlalu dalam,” kata Suwoto.

Untuk diketahui, hingga hari kedua pencarian, belum ada korban hilang yang berhasil ditemukan.

Luas longsoran serta tebalnya timbunan material longsoran, menjadi faktor kendala pencarian. Selain itu, cuaca juga menjadi kendala utama pencarian korban.

Data yang dihimpun dari BPBD Nganjuk terdapat lima penduduk yang tertimbun material longsor. Mereka adalah Khodri (15), Doni (23), Dwi (17) dan Bayu (14). Keempatnya warga Desa Sumber Bendo, Kecamatan  Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sedangkan korban lainnya adalah Paidi (55) warga Dusun Janti, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. (kus/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]