FaktualNews.co

Korban Selamat Perahu Penyeberangan Terbalik, Supriadi: Dua Wanita Tarik Baju Saya Minta Diselamatkan

Peristiwa     Dibaca : 1145 kali Penulis:
Korban Selamat Perahu Penyeberangan Terbalik, Supriadi: Dua Wanita Tarik Baju Saya Minta Diselamatkan
Proses pencarian korban perahu tambang terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2016). Copywriter/Surya/
perahu tambang terbalik di gresik

Proses pencarian korban perahu tambang terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2016). Copywriter/Surya/

 

GRESIK, FaktualNews.co – Korban selamat perahu penyeberangan terguling di Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2017), Supriadi (65), warga warga Sumberame, Wringinanom, Gresik menceritakan kejadian itu.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Numplek perahu. Danten bengok-bengok tulung-tulung (Perahunya terbalik. Semuanya teriak minta tolong),” ungkap Supriadi dikutip tribunjatim.com.

Ia juga mengatakan ketika di tengah sungai setelah perahu yang ditumpanginya terbalik, sempat melihat dua wanita menarik bajunya dan meminta untuk diselamatkan.

BACA JUGA :

“Wanita itu nangis, hampir mati. Ditarik ini kaos saya. Ditarik terus ndak dilepas, kaku tanganya megang erat. Saya diseret. Saya suruh nggandol (pegangan) kayu tapi ndak mau. Saya berusaha lagi. Tapi ya bagaimana ndak ketulungan karena sama-sama panik,” ujarnya kemudian.

Sempat panik, dirinya juga mencoba berenang ke tepi dari tengah sungai.

“Saya digandoli (dipegangi) kuat. Kepala saya mumbul (muncul) ke udara (permukaan air), lalu saya tenggelam lagi. Tapi ndak tau saya, tiba-tiba lepas (wanita tersebut) dan ndak tau dimana,” jelas Supriadi.

Tak mengerti berapa lama dirinya berada di sungai, Supriadi mengatakan hanya bisa mencoba melawan arus dan mencoba berenang ke tepi sungai.

“Saya bisa selamat pas saya merasa kaki saya menginjak tanah. Lho kok kaki saya nginjak tanah. Akhirnya saya bisa minggir (ke tepi sungai),” tambahnya.

Hingga saat ini, jumlah korban yang ditemukan ada delapan orang, di mana enam orang selamat dan dua orang dinyatakan meninggal. (*)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
tribunjatim.com

YUK BACA

Loading...