FaktualNews.co

Perahu Tambang Terbalik Diduga 13 Orang Tenggelam, Dua Korban Berhasil Ditemukan

Peristiwa     Dibaca : 1379 kali Penulis:
Perahu Tambang Terbalik Diduga 13 Orang Tenggelam, Dua Korban Berhasil Ditemukan
Proses pencarian korban perahu tambang terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2016). Copywriter/Surya/
perahu tambang terbalik di gresik

Proses pencarian korban perahu tambang terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2016). Copywriter/Surya/

GRESIK, FaktualNews.co – Tim SAR berhasil menemukan dua korban perahu penyeberangan terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2016).

Informasi yang beredar masih simpang siur. Awalnya korban berjumlah 8 orang, ternyata data yang baru menyebutkan jumlah korban ada 13 orang, termasuk tukang tambang perahu ikut menjadi korban.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Sudah dua orang ditemukan. Termasuk tukang tambang perahu juga menjadi korban perahu terbalik,” kata Yusuf anggota Social Emergency Renspons Nahdlatul Ulama (SER NU) Kabupaten Gresik, Kamis (13/4/2017).

Perlu diketahui, sebelumnya sebuah perahu penyeberangan di dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, terbalik, Kamis (13/4/2017).

Perahu yang terbalik itu terisi 8 penumpang dan 7 motor.

Informasi yang dihimpun, perahu menyeberangkan penumpang yang mau berangkat kerja dari wilayah Sidoarjo ke Wringinanom pukul 7.30 WIB. Ketika perahu sampai di tengah sungai tiba-tiba terbalik.

Diduga perahu kelebuhan muatan sehingga seluruh penumpang beserta motor yang dikendarai tenggelam. Kepala BPBD Kabupaten Gresik Abu Hassan mengatakan masih mengumpulkan data nama-nama korban dan mencari kronologi kejadian.

“Tunggu masih mengumpulkan data dan kronologinya,” kata Abu Hasan melalui telepon selulernya. (*)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
Surya.co.id

YUK BACA

Loading...