FaktualNews.co

Kepala SMK Taruna Bakti Bantah Siswanya Ditangkap Polisi Terlibat Penganiayaan

Kriminal     Dibaca : 1294 kali Penulis:
Kepala SMK Taruna Bakti Bantah Siswanya Ditangkap Polisi Terlibat Penganiayaan
Kepala SMK Taruna Bakti, Sujadi saat memberikan keterangan, Senin (17/4/2017). Foto : FaktualNews/Kuswanto

Kepala SMK Taruna Bakti, Sujadi (kiri) saat memberikan keterangan, Senin (17/4/2017).
Foto : FaktualNews/Kuswanto

NGANJUK,FaktualNews.co – Kepala SMK Taruna Bakti, Sujadi memberikan penjelasan terkait penganiayaan yang melibatkan siswa sekolah tersebut, Sabtu (15/4/2017) lalu.

Menurut Sujadi, tidak ada siswanya yang terlibat penganiayaan. Karena salah satu pelaku penganiayaan berinisial BFH (17) sudah tidak termasuk pelajar di sekolah yang dipimpinnya. Karena yang bersangkutan sudah dikeluarkan dari sekolah.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Itu sudah bukan siswa saya lagi dan daftarnya atas nama BFH (17) sudah bukan siswa kami,” ujarnya kepada FaktualNews, Senin (17/4/2017).

Menurut Sujadi beberapa siswa yang melakukan kekerasan sudah dikeluarkan dari sekolah. “Beberapa siswa sudah dikeluarkan, tapi ada juga yang tidak jelas, masih ditelusuri. Salah satunya BFH yang sudah dikeluarkan,” paparnya.

Sujadi juga mengakui pihaknya juga sudah dimintai keterangan oleh polisi terkait penganiyayaan tersebut. “Sudah dijelaskan ke polisi, kemarin ada yang minta konfirmasi juga,” bebernya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai pencegahan, salah satunya kegiatan rohani. “Kami juga adakan boarding school dan pesantren. kami akan berusaha lebih baik dalam membina siswa,” janjinya.

Selain pencegahan dari pihak sekolah, Sujadi juga menekankan pentingnya peranan lingkungan dan keluarga untuk ikut membimbing anak-anaknya, sebab pendidikan di sekolah hanya berlangsung beberapa jam, sementara waktu bersama keluarga dan lingkungan lebih panjang. “Bukan hanya sekolah, lingkungan, tokoh, ulama, dan orangtua juga penting. Kami ingin semua pihak ikut mengambil peran supaya pencegahan ini tidak sekedar formalitas,” pungkas Sujadi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kertosono berhasil meringkus tiga pelaku penganiayaan terhadap AR (9) warga Desa Mojokambang Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombamg, Sabtu (15/4/2017).

Pelaku penganiayaan tersebut yakni, JR (17), TA (17) keduanya warga Desa Tembarak Gang 2 kertosono, BFH (17) warga Desa Drenges.(kus/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Romza

YUK BACA

Loading...