FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ini Harapan Ketua Lazisnu Tentang Konfercab NU Jombang 2017

Religi     Dibaca : 847 kali Jurnalis:
Ini Harapan Ketua Lazisnu Tentang Konfercab NU Jombang 2017
Ketua Lazisnu Kabupaten Jombang, Didin Akhmad Sholahudin saat memberikan sambutan pembukaan Workshop Accounting dan Fundraising Lazisnu se-Jawa Timur, Sabtu (1/4/2017). FaktualNews.co/Syarif Abdurrahman/17
Lazisnu Jombang

Ketua Lazisnu Kabupaten Jombang, Didin Akhmad Sholahudin saat memberikan sambutan pembukaan Workshop Accounting dan Fundraising Lazisnu se-Jawa Timur, Sabtu (1/4/2017). FaktualNews.co/Syarif Abdurrahman/17

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Ketua Lazisnu Jombang, Ahmad Didin Sholahudin, mengharapkan ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Jombang berasal dari Non partisan (tidak terikat dan terkait dengan golongan/partai politik) mempunyai independensi yang kuat serta mampu membangun kemandirian finansial jamiyyah NU.

“Ketua Tanfidziyah nanti tak harus anti parpol, tapi tak boleh tunduk pada kemauan parpol,” jelasnya ke FaktualNews.co, Sabtu (22/4/17).

Gus Didin sapaan akrabnya menegaskan, Ketua terpilih harus mampu mengkonsolidasikan internal berjenjang, dengan mulai mengikis partisipan politik dengan cara menghidupkan dan menggerakkan potensi NU paling bawah yakni Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU).

“Karena, disitulah akar gerakan NU tumbuh dan dirasakan manfaatnya dalam kata lain PRNU adalah ujung tombak NU,” terang Didin.

BACA JUGA :

Ia meminta, Pengurus PCNU Jombang terpilih kedepan harus bisa secara terorganisir turun bersama MWC NU menggerakan ranting untuk bisa menggali potensinya masing-masing. Karena menurut Didin, sinergi dengan seluruh banom NU itu hal yang urgen.

“Tanfidziyah terpilih harus faham bahwa kekuatan NU tidak hanya di PCNU saja tapi juga di Ansor, Muslimat, Fatayat, ISNU, IPNU IPPNU. Mereka harus diberi ruang dan membangun sinergi program dalam bangunan dakwah NU,” katanya.

Selain itu, PCNU Jombang dimasa akan datang harus bisa membuat database kekuatan dan kelemahan NU, sebagai basis data utuk memulai gerakan dan untuk menangkal radikalisasi agama.

“Buat ketentuan infaq wajib kepada pengurus  NU dari cabang sampai ranting. Hal ini sebagai bukti kita hadir untuk menghidupkan NU bukan untuk hidup di NU, itu juga sebagai bentuk keteladanan dalam memulai gerakan kemandirian jamiyyah,” pungkas Didin. (mjb1/rep)

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...