FaktualNews.co

Kerap Dimarahi Ortu, Pelajar SMP di Kediri Nekat Gantung Diri

Peristiwa     Dibaca : 1293 kali Penulis:
Kerap Dimarahi Ortu, Pelajar SMP di Kediri Nekat Gantung Diri
Saat pelaksanaan Video Conference di ruang MCC Pemerintah Kota Pasuruan, Kamis (13/8/2020) siang.
gantung-diri

ilustrasi

KEDIRI, FaktualNews.co – Seorang pelajar SMP di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Aksi nekat itu diduga lantara korban kesal karena sering dimarahi orang tuanya.

Yakni SP (16) warga Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Dia tercatat aktif sebagai salah siswa kelas 2 SMP terbuka di Plemahan. Jenazah korban ditemukan menggantung di kandang sapi belakang rumahnya.

Jenasah SP pertama kali ditemukan kakaknya Wignyo (28). Saat itu, sang kakak pulang dari sawah mencari rumput untuk pakan ternak sapi melihat adiknya sudah dalam kondisi tewas menggantung.

“Saya sempat pamit sama adik mau mencari rumput. Saya bilang di rumah, jaga ibu. Saya pulang sekitar pukul 15.00 WIB. Sewaktu menurunkan rumput, ternyata mengenai tubuh adik saya yang sudah menggantung,” aku Suwignyo ditemui di rumahnya, Rabu (26/4/2017) malam.

BACA JUGA

[box type=”shadow” ]

  • Pemkot Kediri Minta Rekanan Pasang Kembali Genting Kampus UB yang Diturunkan Paksa

[/box]

Kaget melihat adiknya kendat, sontak Suwignyo beteriak. Suara keras itu mengundang perhatian ibunya dan juga warga sekitar. Akhirnya perangkat desa melaporkan kejadian itu ke Polsek Plemahan.

Petugas yang datang ke lokasi kemudian menurunkan jenasah korban. Petugas juga mendapati sebuah handphone yang diduga milik korban di sekitar lokasi gantung diri.

Pristiwanto, Kasun Bogokidul mengatakan, seusai menjalani pemeriksaan medis, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan. Adapun motif korban gantung diri ditengarai karena kesal sering dimarahi orang tuanya.

“Menurut informasi yang kami dapat dari kepolisian, katanya korban kesal sering dimarahi orang tuanya. Hal itu diketahui dari pesan pendek SMS di handphone,” ujar Pristiwanto.(beritajatim/ivi)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...