FaktualNews.co

Listrik Padam, Warnai Hari Pertama UNBK Tingkat SMP di Sumenep

Pendidikan     Dibaca : 1682 kali Penulis:
Listrik Padam, Warnai Hari Pertama UNBK Tingkat SMP di Sumenep
Siswa-siswi MTsN Tambakberas Jombang saat melaksanakan UNBK, Selasa (2/5/2017). Foto : FaktualNews/R Suhartomo

Siswa-siswi MTsN Tambakberas Jombang saat melaksanakan UNBK, Selasa (2/5/2017).
Foto : FaktualNews/R Suhartomo

SUMENEP, FaktualNews.co – Hari pertama pelaksaaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diwarnai insiden pedamnya listrik. Sontak hal itu membuat gaduh pelaksanaan ujian berbasis online itu.

Kendati hanya sekitar 36 menit mengalami pemadaman, namun kondisi ini membuat pihak sekolah di wilayah Sumenep, kalangkabut. Sekolah penyelenggara UNBK sempat berusaha meminjan mesin genset untuk keberlangsungan ujian siswanya. Ada juga yang terpaksa menghentikan proses ujiannya dan sebagian siswa keluar ruang ujian.

BACA JUGA

[box type=”shadow” ]

  • Pelaksanaan UNBK Hari Pertama di Sidoarjo Terganggu, Kabel Telkom Diduga Diputus Orang

[/box]

Di SMPN 1 Sumenep, pihak sekolah sempat menghidupkan mesin genset untuk tetap melanjutkan proses ujiannya. Namun hanya sebentar mesin genset dinyalakan, kembali padam, karena mesin genset yang disediakan tidak mampu menampung kebutuhan ratusan unit computer yang disediakan guna melaksanakan ujian.

“Padaman listrik ini sempat mengganggu pelaksanaan ujian tadi. Dan kami pun berusaha menghidupkan genset, tapi dayanya tidak mampu, sehingga hidup sebentar lalu, padam lagi,” ujar Kepala SMPN 1 Sumenep, Abd Kifli, Selasa, (2/5/2017).

Menurutnya, pemadaman listrik tersebut sangat mengganggu bahkan membuat sebagian besar peserta UNBK panik. Apalagi padamnya listrik sangat mendadak, dan tak satupun ada pemberitahuan dari pihak PLN kepada kepada sekolah yang menggelar UNBK.

“Karena jika ada pemberitahuan sebelumnya dari PLN pasti kita akan mempersiapkan terlebih dahulu mesin genset yang dayanya lebih besar, sehingga pelaksanaan ujian tidak terganggu,” terangnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di SMPN 3 Sumenep. Tidak saja peserta ujian yang panik akibat padaman listrik mendadak, tetapi para guru pengawas pun dibuat kelabakan. Siswa peserta ujian memilih keluar kelas dan berkumpul di teras ruang ujian sambil menunggu listrik kembali nyala.

“Kami tidak punya mesin genset mas, sehingga peserta ujian dan para guru pengawas juga panik dan bingung ketika pada saat ujian sedang berlangsung, tiba-tiba listrik padam,” kata Humas SMPN 3 Sumenep, Dzulfikar Addini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, A Shadik, menyayangkan insiden padamnya listrik ditengah proses pelaksanaan UNBK berlangsung. Padahal sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan Telkom agar tidak terjadi pemadaman listrik pada saat ujian berlangsung.

“PLN dan Telkom sudah kita koordinasikan agar pada saat ujian berlangsung tidak ada pemadaman listrik dan jaringan internet berjalan baik. Tapi sayangnya tiba-tiba listrik PLN padam,” katanya.

Namun, akhirnya setelah sekitar 36 menit, listrik PLN kembali menyala dan proses UNBK dilanjutkan hingga materi ujian pada hari pertama usai.(tribunnews/ivi)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
Tags